Salah satu langkah utama yang akan dilakukan adalah normalisasi sungai dengan pengerukan sedimentasi agar aliran air menjadi lebih lancar.
“Bapak Wakil Presiden menekankan bahwa pengerukan sungai harus segera dilakukan agar air tidak lagi meluap ke permukiman warga.
Kami juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pelaksanaan langkah ini,” ujarnya.
Selain itu, Wapres mengimbau agar warga yang bermukim di daerah sempadan sungai tidak kembali ke lokasi rawan bencana.
Ia menegaskan pentingnya relokasi sebagai solusi jangka panjang dalam mitigasi risiko bencana serupa.
Pemerintah daerah akan bertanggung jawab dalam penyediaan lahan relokasi, sementara BNPB akan membangun hunian baru bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
Dalam hal perbaikan infrastruktur, pemerintah akan mempercepat pembangunan kembali Jembatan Cidadap.
Sebagai solusi sementara, jembatan darurat (Bailey) akan dipasang guna memastikan kelancaran transportasi sebelum jembatan permanen dibangun pasca-Lebaran.
“Kami ingin memastikan bahwa warga bisa segera kembali beraktivitas tanpa terhambat akses transportasi. Oleh karena itu, jembatan sementara akan segera dipasang sebelum perbaikan permanen dilakukan,” tegas Diana.
Dengan berbagai langkah strategis yang telah disiapkan, pemerintah optimistis bahwa pemulihan pasca-bencana di Sukabumi dapat berjalan cepat dan efektif.
Wapres juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam, guna membangun ketahanan wilayah yang lebih baik ke depannya.***