WartaPesona.com- Pemerintah Indonesia terus berkomitmen dalam mempercepat pembangunan infrastruktur guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan konektivitas antar wilayah.
Salah satu proyek infrastruktur yang tengah menjadi sorotan adalah pembangunan Terowongan Selili di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Proyek ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masalah kemacetan yang selama ini mengganggu mobilitas masyarakat.
Pada Rabu (12/02/2025), Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek yang terletak di Kecamatan Samarinda Ilir.
Baca Juga: Indonesia-Turki Perkuat Kemitraan Strategis: 13 Kesepakatan Baru untuk Masa Depan
Terowongan sepanjang 400 meter dan lebar 15 meter ini akan menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap, di mana kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu titik padat lalu lintas di Samarinda.
Wapres menegaskan pentingnya proyek ini selesai tepat waktu, mengingat dampak positifnya yang sangat besar bagi masyarakat setempat.
Progres pembangunan terowongan ini telah mencapai 86,326 persen, sedikit lebih cepat dari target yang direncanakan.
Baca Juga: Muslimat NU dan Koperasi: Sinergi untuk Pemerataan Ekonomi Umat
Diharapkan proyek ini akan selesai pada 30 April 2025, dengan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Dengan menggunakan metode penggalian New Austrian Tunneling Method (NATM), diharapkan terowongan ini akan mampu mengatasi kemacetan, khususnya di area Sungai Dama dan Gunung Manggah, yang selama ini menjadi titik permasalahan transportasi.
Selain mempercepat mobilitas, terowongan Selili juga menjadi langkah strategis dalam pemerataan pembangunan di Kalimantan Timur.
Wapres menekankan pentingnya kualitas konstruksi dan keselamatan kerja, terutama mengingat tantangan geologi di sekitar lokasi pembangunan.
Koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, kontraktor, dan konsultan supervisi menjadi kunci utama untuk memastikan proyek ini dapat diselesaikan sesuai dengan rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.***