berita

Ratusan ASN Melakukan Unjuk Rasa Protes dan Sentil Perlakuan Mediktisaintek Terhadap Karyawannya

Senin, 20 Januari 2025 | 16:27 WIB
ASN Kemendiktisaintek melakukan protes terhadap perlakuan Menteri Satryo di (x.com/@yusuf_dumdum)

WartaPesona.com - Gelombang protes mewarnai halaman depan Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) saat ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan aksi unjuk rasa.

Mereka menyuarakan ketidakpuasan terkait pemecatan mendadak Neni Herlina, seorang pejabat pranata humas yang bertugas sebagai Penanggung Jawab Rumah Tangga di kementerian tersebut.

Aksi yang berlangsung pada Senin pagi itu diwarnai dengan nyanyian lagu kebangsaan seperti Indonesia Raya dan Bagimu Negeri.

Baca Juga: Tidak Ada Sekolah Selama Ramadhan? Kemenag Memiliki Wacana untuk Meliburkan Sekolah Selama Ramadhan untuk Menyeimbangkan Ibadah dan Pembelajaran

Para peserta juga membawa spanduk bertuliskan kritik tajam kepada Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro, di antaranya “Institusi negara bukan perusahaan pribadi Satryo dan Istri” dan “Kami ASN dibayar negara, bukan babu keluarga”.

Beberapa bahkan mengangkat karangan bunga sebagai bentuk sindiran. Ketua Paguyuban Pegawai Dikti, Suwitno, menyebut bahwa kasus Neni adalah salah satu contoh perlakuan tidak adil yang pernah menimpa ASN lainnya.

“Mungkin ada kesalahpahaman dalam pelaksanaan tugas, yang akhirnya menimbulkan fitnah bahwa Ibu Neni menerima sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi,” ujarnya.

Baca Juga: Semangat Bersinergi: Indonesia Perkuat Kolaborasi di ASEAN Tourism Forum 2025 di Johor Bahru

Suwitno berharap aksi ini dapat membuka ruang dialog dengan Presiden Prabowo Subianto, mengingat jabatan menteri ditunjuk langsung oleh kepala negara.

Menanggapi aksi tersebut, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar M. Simatupang, membantah tuduhan pemecatan mendadak. Ia menyatakan bahwa kementerian tetap terbuka untuk dialog konstruktif.

“Ada standar mutu yang harus dijamin oleh individu di setiap posisi, dan perbedaan pandangan terkait hal itu perlu dibahas dengan pikiran terbuka,” ungkap Togar.

Baca Juga: Gemini: Si Kembar yang Dinamis dan Penuh Kejutan

Neni sendiri mengungkapkan kronologi peristiwa yang menyebabkannya diusir dari ruang kerjanya.

Menurutnya, Menteri Satryo memintanya pindah setelah masalah terkait furnitur di ruang kantor.

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB