“Pemerintah akan menyiapkan 100 balai latihan kerja baru, yang akan difokuskan untuk meningkatkan keterampilan para pekerja migran, termasuk pelatihan khusus sesuai dengan jabatan tertentu,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga merancang model pendanaan yang lebih inklusif dan terjangkau untuk UMKM, koperasi, dan ekonomi kreatif.
Pendanaan berbunga rendah akan disalurkan melalui pinjaman bergulir, dengan harapan bisa memperkuat modal usaha dan memperluas akses pasar bagi pelaku ekonomi mikro.
“Pemerintah akan menginisiasi model simpan pinjam dengan bunga sangat rendah. Program ini akan melibatkan kementerian terkait, khususnya Kementerian Keuangan, untuk mendukung UMKM dan pekerja migran,” ujar Muhaimin.
Program lainnya yang juga menjadi prioritas adalah optimalisasi bantuan sosial melalui Kementerian Sosial.
Muhaimin menegaskan pentingnya pembenahan data penerima bantuan sosial untuk memastikan bahwa bantuan tepat sasaran dan tidak ada warga miskin yang terlewatkan.
“Tidak ada satu orang miskin pun di republik ini yang tidak mendapatkan bantuan. Itu adalah prioritas utama kami, dan kami akan segera menindaklanjutinya,” tegas Muhaimin.
Dengan langkah-langkah strategis ini, pemerintah berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, serta memastikan setiap lapisan masyarakat, termasuk UMKM dan pekerja migran, mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi dalam perekonomian nasional.***