WartaPesona.com - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya bertemu dengan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara untuk membahas tambahan anggaran tahun 2025 sebesar Rp2,42 triliun.
Baca Juga: Menpora Dito Hadiri Penyerahan DIPA 2025: Langkah Strategis untuk Pembangunan Nasional
Pertemuan ini bertujuan mendorong sektor ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru ekonomi nasional sesuai Asta Cita ke-3 Presiden Prabowo Subianto.
“Dukungan anggaran sangat penting untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai new engine of growth. Negara seperti Korea Selatan sudah mengalokasikan 1% dari APBN untuk sektor ini, sedangkan Indonesia baru 0,008%,” ujar Menekraf Riefky di Jakarta.
Tambahan anggaran ini diperlukan untuk program prioritas, termasuk pemberian insentif kepada pelaku ekonomi kreatif, promosi nasional dan internasional, pembiayaan usaha, hingga pelatihan skenario original series (SCENE).
Targetnya adalah mendukung pertumbuhan ekonomi hingga 8% di tahun 2025 serta menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Baca Juga: IMI Award 2023/2024: Penghargaan untuk Juara Otomotif Dunia, Menpora Dito Serahkan Piala Prestisius
Wamenkeu Suahasil Nazara mengapresiasi program kerja Kemenekraf yang dinilai strategis. “Rp2,42 triliun ini sudah kita rekap dan sampaikan ke Pak Mensesneg. Program-program ini sangat baik, kami akan mendukung penuh,” kata Suahasil.
Ia juga mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk memanfaatkan fasilitas seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah 6%.
Baca Juga: Dukung Timnas di AFF 2024, Menpora Dito Optimis Indonesia Juara
Menurutnya, pemanfaatan dana bergulir melalui perbankan dan BLU (Badan Layanan Umum) perlu dioptimalkan untuk mempercepat inovasi di sektor ini.
Menekraf Riefky menekankan pentingnya sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung pelayanan publik di 17 subsektor ekonomi kreatif.
Baca Juga: Gerakan Indonesia Bugar: Strategi Menpora Dito untuk Ciptakan Generasi Aktif Sejak Usia Dini