berita

IKM Aceh Besar Melaju: Inovasi dan Kolaborasi untuk Pasar Global

Kamis, 5 Desember 2024 | 17:33 WIB
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri, Andi Rizaldi. (kemenperin.go.id)

WartaPesona.com - Provinsi Aceh memiliki lebih dari 15.000 pelaku industri kecil dan menengah (IKM), dengan sekitar 2.500 pelaku IKM tersebar di Kabupaten Aceh Besar.

Baca Juga: Sinergi Multisektor: Menyongsong Pariwisata Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045

Sektor unggulan seperti pangan, kerajinan, dan komoditas berbasis lokal seperti garam, bambu, dan rempah-rempah menjadi tulang punggung ekonomi wilayah ini.

Untuk memperkuat IKM sebagai penggerak ekonomi, Badan Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banda Aceh, di bawah Kementerian Perindustrian, terus memberikan dukungan dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal.

Baca Juga: Wapres Gibran: Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Butuh Komitmen Pusat, Daerah, dan Swasta untuk Prestasi Olahraga

“IKM adalah fondasi ekonomi, terutama di daerah dengan potensi besar seperti Aceh. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menciptakan daya saing luar biasa,” ujar Kepala BSKJI, Andi Rizaldi, Rabu (4/12).

Komitmen BSPJI Banda Aceh dalam mendukung IKM mendapat pengakuan melalui penghargaan “Best Supporting Facility UMKM” dari Dekranasda Aceh Besar.

Baca Juga: Pencak Silat Menuju Olimpiade: Langkah Besar Desain Besar Olahraga Nasional untuk 2028

Penghargaan ini diserahkan pada acara Malam Dekranasda Award di Kabupaten Aceh Besar, menunjukkan peran strategis BSPJI dalam pengembangan IKM.

Kepala BSPJI Banda Aceh, Fathullah, mengungkapkan, “Kami berkomitmen membantu pelaku IKM, mulai dari teknologi produksi, sertifikasi halal, hingga pendaftaran merek. Semua layanan diberikan tanpa biaya untuk mendorong daya saing di pasar nasional dan internasional.”

Baca Juga: Menpora Dito: Optimalkan Desain Besar Olahraga Nasional untuk Sukseskan Asta Cita Presiden Prabowo

Beberapa kisah sukses binaan BSPJI mencakup:

  • IKM Crooh Cryspi dengan teknologi penggorengan vakum dan sertifikasi halal.
  • Koperasi Tunas Usaha Sejahtera Lhoong melalui inovasi kristalisasi garam dan sertifikasi SNI.
  • CV. Aslam Atjeh, produsen bubuk kunyit instan dan minyak atsiri.
  • Atriani Kerajinan Bambu, yang meningkatkan kapasitas produksi dengan mesin irat bambu.

Baca Juga: Wapres Gibran: Gaungkan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), Konsolidasi Talenta Olahraga Nasional
Keberhasilan ini mencerminkan bagaimana inovasi dan kolaborasi mampu mengangkat IKM lokal menuju pasar global. ***(HA)

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB