Pabrik berbasis teknologi ini dapat dibangun skala kecil dengan model kepemilikan oleh petani rakyat, didukung skema bantuan restrukturisasi mesin hingga 30% dari harga pembelian.
Melalui langkah hilirisasi yang komprehensif, Indonesia menargetkan menghasilkan 240 jenis produk hilir kelapa sawit pada 2029 dengan nilai ekonomi mencapai Rp1.146 triliun.
“Upaya ini akan mendorong produktivitas dari sektor hulu hingga konsumen akhir, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai pemain utama industri sawit global,” tutup Putu.
Transformasi sawit bukan hanya tentang devisa, tetapi juga tentang keberlanjutan ekonomi, lingkungan, dan sosial bagi Indonesia. Sawit adalah masa depan emas yang dirintis hari ini. ***(HA)