WartaPesona.com - Selama dua dekade terakhir, kelapa sawit telah menjadi penggerak utama perekonomian Indonesia. Sebagai komoditas strategis, minyak sawit memenuhi kebutuhan pangan, nonpangan, bahan bakar terbarukan, sekaligus menjadi ekspor andalan dengan nilai tambah tinggi.
Baca Juga: Permenpora Nomor 14 Tahun 2024: Akhiri Dualisme, Wujudkan Kepengurusan Cabor yang Solid
Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, menegaskan keberhasilan hilirisasi sawit terlihat dari ragam produk turunan yang terus meningkat.
Dari hanya 54 jenis produk pada 2010, jumlahnya melonjak menjadi 193 pada 2023. Selain itu, rasio ekspor bahan baku terhadap produk hilir berubah signifikan dari 40:60 menjadi 7:93 dalam periode yang sama.
Industri pengolahan sawit telah menyerap 17 juta tenaga kerja langsung dan tidak langsung, memberikan kontribusi 3,5% pada PDB, serta menyumbang Rp450 triliun dari total ekspor nonmigas tahun 2023.
Baca Juga: Tingkatkan Transparansi dan Prestasi: Wamenpora Tutup Bimtek Administrasi Olahragawan Elit Nasional
Di triwulan II 2024, nilai ekonominya mencapai Rp193 triliun dan diproyeksikan menembus Rp775 triliun pada akhir tahun.
Industri sawit juga memicu tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di luar Pulau Jawa, seperti di Dumai, Sei Mangkei, Tarjun, hingga Bitung.
Daerah-daerah ini menjadi pusat aglomerasi industri berbasis sawit, mendorong pertumbuhan di wilayah 3T (terluar, tertinggal, dan terpencil).
Namun, sektor ini masih menghadapi tantangan, seperti menurunnya produktivitas kebun akibat usia tua, perubahan iklim, dan penyakit tanaman.
Di sisi lain, aspek keberlanjutan (sustainability) dan ketertelusuran (traceability) menjadi kunci untuk menembus pasar global yang semakin ketat.
Untuk menjawab tantangan ini, Kementerian Perindustrian menginisiasi teknologi seperti SPPOT (Steamless-POMELess Palm Oil Technology), yang memungkinkan efisiensi energi, emisi karbon rendah, dan limbah cair minimal.
Baca Juga: Motivasi Erick Thohir di Ruang Ganti Ampuh Mengantar Indonesia Kalahkan Arab Saudi