Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, yang berlatar belakang sebagai pengusaha, memahami tantangan yang dihadapi para pelaku industri kreatif.
Ia menyatakan bahwa masukan dari pertemuan ini akan dijadikan bahan diskusi dengan Bappenas untuk menyusun strategi jangka panjang.
"Sebagai bagian dari sektor swasta, saya mengerti perjuangan yang dihadapi. Kami akan bekerja keras agar ekonomi kreatif benar-benar menjadi mesin pertumbuhan baru menuju Indonesia Emas," kata Irene.
Baca Juga: Mengasah Kreativitas Muda: CBI Dorong Pelaku Industri Kreatif Naik Kelas
Optimisme juga disampaikan oleh Ketua Komite Ekraf Jakarta, Diaz Hensuk. "Dalam waktu singkat, saya melihat langkah konkret dari Kemenparekraf. Pak Menteri dan Bu Wamen dapat menjadi fasilitator yang efektif bagi para pelaku ekonomi kreatif," ungkap Diaz.
Pertemuan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kreatif dan industri, seperti Svida Alisjahbana (Pendiri Jakarta Fashion Week), Ivan Chen (Pendiri Anantarupa Studio), Primo Rizky (Direktur Asosiasi Desainer Grafis Indonesia), dan Okky Tirto (Dewan Penasihat Aliansi Budaya Rakyat).
Selain itu, turut hadir pula Yuke Sri Rahayu, Direktur Industri Kuliner, Kriya, Desain, dan Fesyen Kemenparekraf/Baparekraf, serta Cecep Rukendi, Direktur Pemasaran Pariwisata Regional II Kemenparekraf/Baparekraf.
Baca Juga: Wamenpora Taufik Hidayat Tegaskan Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas
Pertemuan ini memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam mendengarkan dan melibatkan pelaku industri kreatif untuk membangun strategi yang lebih terarah dan inklusif.
Dengan langkah kolaboratif ini, Indonesia siap melangkah menuju ekonomi kreatif yang menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional. ***(HA)