Kolaborasi Ekonomi Kreatif dan Pemerintah: Sinergi Baru Menuju Indonesia Emas 2045

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Jumat, 15 November 2024 | 22:03 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan WamenEkraf Irene Umar berdiskusi dengan pelaku ekonomi kreatif dalam forum kolaborasi strategis di Jakarta. (Kemenparekraf)
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan WamenEkraf Irene Umar berdiskusi dengan pelaku ekonomi kreatif dalam forum kolaborasi strategis di Jakarta. (Kemenparekraf)

WartaPesona.com - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (MenEkraf/KaBekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif dalam memperkuat ekosistem industri kreatif di Indonesia.

Baca Juga: Jelang Pertandingan Indonesia vs Jepang, PSSI Perkuat Keamanan di SUGBK dengan Sistem Garuda ID dan Ribuan Personel

Dalam pertemuan yang digelar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (14/11/2024), Teuku Riefky bersama Wakil Menteri Irene Umar mengajak berbagai pihak untuk menyatukan visi demi menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Teuku Riefky menyampaikan bahwa keterlibatan kementerian lain, seperti Kementerian Kebudayaan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Komunikasi dan Digital, sangat krusial untuk menggerakkan sektor ekonomi kreatif.

"Kami ingin bersama-sama mengidentifikasi subsektor yang lebih fokus pada ekonomi kreatif, perindustrian, atau kebudayaan. Langkah ini akan mengurai kebingungan di lapangan dan menyinergikan langkah menuju tujuan bersama," ujar Teuku Riefky.

Baca Juga: Laga Persahabatan Jurnalis Indonesia vs Jepang: Semarak Sambut Duel Timnas di SUGBK

Dalam pertemuan ini, lebih dari 200 praktisi dari berbagai subsektor ekonomi kreatif hadir untuk memberikan masukan.

Para peserta juga menekankan pentingnya narasi ekonomi sirkular yang mengintegrasikan budaya dengan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.

Gupta Sitorus, pendiri Museum Boga Indonesia dan Indonesia Dessert Week, mengungkapkan adanya distorsi antara kegiatan pelaku ekonomi kreatif dan kebijakan pemerintah saat ini.

Baca Juga: Presiden Prabowo Bertemu Pimpinan Perusahaan Raksasa AS di Washington: Dorong Investasi untuk Perkuat Ekonomi Indonesia

"Ada kesenjangan yang perlu disinergikan agar para pelaku di lapangan bisa bekerja lebih efektif," ungkap Gupta.

Masukan lainnya datang dari Ritchie Ned Hansel, Ketua Asosiasi Desain Grafis Indonesia, yang mengusulkan penggunaan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebagai indikator alternatif untuk mengukur kinerja ekonomi kreatif, selain kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"CAGR dapat memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif," jelas Ritchie.

Baca Juga: Pj Gubernur DKI Jakarta Ajak Tim P3DN Perkuat Penggunaan Produk Dalam Negeri

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X