berita

Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Baru Pertumbuhan, KemenEkraf-Bappenas Perkuat Kolaborasi untuk Pencapaian Target Nasional

Kamis, 7 November 2024 | 20:50 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy dalam pertemuan kerja, membahas strategi mendorong sektor ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. (Kemenparekraf)

WartaPesona.com - Kementerian Ekonomi Kreatif (KemenEkraf) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memperkuat kolaborasi dengan Kementerian PPN/Bappenas untuk mewujudkan sektor ekonomi kreatif sebagai motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Kisah John Mars, Pewaris Kerajaan Cokelat dan Permen Terbesar di Dunia

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (MenEkraf/KaBekraf) Teuku Riefky Harsya, dalam pertemuan dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Jakarta, Rabu (6/11/2024), menyampaikan bahwa koordinasi ini sangat penting dalam menetapkan program dan target bagi sektor ekonomi kreatif ke depan.

Baca Juga: Menpora Dito Ungkap Arah Kebijakan Pemuda dan Olahraga 2024-2029: Fokus pada Prestasi dan Pemberdayaan

“Terima kasih atas kesempatan untuk memperkuat koordinasi ini. Kami siap menyesuaikan arahan Bappenas dan target Presiden,” ujar Menteri Teuku.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), ekonomi kreatif ditargetkan berkontribusi 8,37% dari PDB nasional dalam lima tahun mendatang.

Baca Juga: Ekosistem Kondusif PSSI, Kunci Dukungan Publik pada Kebijakan Naturalisasi Timnas

Sasaran lainnya meliputi laju pertumbuhan PDB sektor kreatif sebesar 6,12%, peningkatan ekspor hingga 5,9%, penciptaan 27,6 juta lapangan kerja, serta pertumbuhan investasi sebesar 8,08%.

Untuk mencapai target ini, KemenEkraf telah menyusun lima program utama, yaitu penguatan ekosistem bagi ekonomi kreatif, film, animasi, video, dan musik, juga ekosistem fesyen, kriya, aplikasi, gim, serta kuliner.

Baca Juga: PSSI di Bawah Erick Thohir Mendapat Dukungan Publik: Naturalisasi dan Pembinaan Muda Buahkan Hasil

“Ekonomi kreatif kini menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang sangat relevan, sesuai dengan arahan Presiden dan berbagai landasan teknokratik serta empiris yang mendukungnya,” lanjut Teuku.

Seiring transisi Kemenparekraf menjadi dua entitas terpisah, KemenEkraf berharap dukungan anggaran dari Bappenas guna mencapai target nasional.

Baca Juga: Antusiasme Tinggi Publik: Optimisme Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Selain itu, koordinasi lintas kementerian, monitoring, serta evaluasi intensif dari Bappenas diharapkan dapat memperkuat berbagai program ekonomi kreatif.

Halaman:

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB