berita

Ramai di Medsos, Satu Keluarga Sakit Batuk Akibat Konsumsi Anggur Muscat: 3 Negara ASEAN Ini Pantau Ketat Peredaran Buah Kecil nan Hijau Itu

Kamis, 31 Oktober 2024 | 14:04 WIB
Potret produk anggur shine muscat di sebuah mini market. (X.com/@raynahasan)

WartaPesona.com - Viral curhatan ibu-ibu asal Malaysia di media sosial, tentang pengalaman keluarganya sakit batuk dan demam usai mengkonsumsi anggur shine muscat.

Wanita itu menjelaskan dirinya telah mencuci anggur muscat sebelum memakannya. Namun, keluarganya tetap mengalami sakit batuk dan demam.

"Adalah ini punca batuk dan deman bila makan anggur ini? Kita sudah selalu beli. Selalu perasan satu family (keluarga) jadi batuk-batuk lepas makan walau sudah cuci bersih," ujar

seorang warganet dengan akun X @sarinizainal, pada Selasa, 29 Oktober 2024.

Baca Juga: Buah Pala, daya tarik luar biasa bangsa asing hingga menjajah Nusantara

Curhatan ini viral dan menarik perhatian lebih dari satu juta pengguna, dan dibagikan ulang oleh 4,1 ribu pengguna di laman media sosial X

Cuitan warganet terkait anggur shine muscat. (X.com/@sarinizainal)

Jaringan Peringatan Pestisida Thailand: Anggur Muscat Terkontaminasi Bahan  Berbahaya

Berkaca dari kasus itu, membuat Kementerian Kesehatan Malaysia memantau ketat makanan impor anggur muscat yang dinilai mengandung residu bahan kimia berbahaya.

Langkah Kemenkes Malaysia ini pun muncul usai Jaringan Peringatan Pestisida Thailand (Thai-PAN) mengumumkan anggur muscat mengandung puluhan residu kimia berbahaya.

Seperti diketahui, Thailand melarang peredaran anggur shine muscat, sebab buah itu diklaim mengandung banyak bahan kimia berbahaya, salah satunya klorpirifos.Jaringan Peringatan Pestisida Thailand (Thai-Pan) dan Yayasan Konsumen mengumumkan temuannya pada Jumat, 25 Oktober 2024.

Baca Juga: Meski beracun dan berbahaya, buah kecubung punya manfaat kesehatan, simak ulasannya berikut ini

Organisasi perlindungan konsumen Thailand itu melakukan uji laboratorium terhadap 24 sampel buah anggur yang populer di Thailand mulai dari ritel, pedagang, dan pasar basah.

Uji laboratorium itu menemukan residu 14 bahan kimia berbahaya pada konsentrasi di atas batas aman 0,01 mg/kg.

Halaman:

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB