berita

Perempuan Jadi Penggerak Desa Wisata, Kemenparekraf Luncurkan Pedoman Ramah Perempuan di Medan

Kamis, 10 Oktober 2024 | 19:00 WIB
Ni Wayan Giri Adnyani meluncurkan Pedoman Desa Wisata Ramah Perempuan di Medan, Sumatra Utara, didampingi oleh peserta workshop dan narasumber dari sektor pariwisata. (Kemenparekraf)

WartaPesona.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus memperkuat peran perempuan dalam pengembangan desa wisata melalui kegiatan bertajuk “Diseminasi Pedoman Desa Wisata Ramah Perempuan” yang digelar di Medan, Sumatra Utara.

Acara ini bertujuan memberikan edukasi serta memastikan bahwa perempuan merasa aman dan nyaman saat mengembangkan dan berwisata di desa-desa wisata.

Baca Juga: Timnas Indonesia Siap Hadapi Bahrain: Shin Tae-yong Targetkan Penampilan Terbaik

Sekretaris Kemenparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani, mengungkapkan bahwa perempuan memiliki peran signifikan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Berdasarkan data 2023, 54,22% tenaga kerja di bidang pariwisata dan 56,62% di sektor ekonomi kreatif adalah perempuan. Di bidang UMKM, 64,5% juga dikelola oleh perempuan.

Meskipun peran perempuan sangat besar, mereka masih menghadapi tantangan terkait keamanan dan kenyamanan di tempat kerja maupun sebagai wisatawan.

Baca Juga: E-Sport Cetak Sejarah di Peparnas XVII Solo: Mendorong Prestasi Tanpa Batas

Oleh karena itu, Kemenparekraf berkomitmen untuk mengimplementasikan Pengarusutamaan Gender (PUG), sesuai dengan amanat Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2000, demi mewujudkan kesetaraan gender yang lebih merata dan adil dalam pembangunan pariwisata.

Pedoman "Desa Wisata Ramah Perempuan" yang diluncurkan pada Agustus 2024 menjadi panduan bagi desa wisata untuk mengakomodasi kebutuhan wisatawan perempuan dan pelaku usaha perempuan.

Dengan adanya pedoman ini, diharapkan perempuan dapat lebih berperan aktif dalam meningkatkan kualitas layanan desa wisata.

Baca Juga: Festival Asmat Pokman 2024: Mengukir Sejarah, Merayakan Budaya Papua di Pentas Dunia

Ni Wayan berharap Sumatra Utara akan segera mengimplementasikan pedoman ini di satu atau dua desa wisata di wilayahnya.

"Kita harus bersama-sama menjadi agen perubahan demi pariwisata yang lebih inklusif dan berkeadilan," ujarnya.

Acara ini juga diramaikan oleh berbagai narasumber, termasuk akademisi dan praktisi pariwisata yang memberikan wawasan tentang pentingnya peran perempuan dalam sektor ini.

Halaman:

Tags

Terkini