Dia mengatakan, pembahasan RAPBN 2025 mempertimbangkan lingkungan ekonomi makro, baik dari sisi global dan nasional, yang akan mempengaruhi berbagai asumsi untuk pelaksanaan APBN 2025 nanti.
Baca Juga: Inilah Si Burung Garuda maskot baru Timnas Indonesia bernama Shakti, kereen!
Sri Mulyani merincikan, situasi makro yang mempengaruhi APBN 2025, antara lain pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan suku bunga dari surat berharga negara 10 tahun.
Selain itu juga nilai tukar rupiah, dan harga minyak yang dalam hal ini lifting minyak, serta lifting gas.
Menkeu Sri Mulyani juga mengungkapkan proses transisi pemerintahan berjalan sangat baik, dengan komunikasi intens antara pemerintahan saat ini dengan tim Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
"Program-program detail juga mulai ditampung dan akan dituliskan dalam nota keuangan," kata Menkeu Sri Mulyani, usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi tentang RAPBN 2025 tersebut. ***(KKO)