Dia mengungkapkan, tiga perusahaan yang akan menyediakan lowongan pekerjaan bagi disabilitas adalah PT Midi Utama Indonesia, PT Eka Mas Republik, dan PT Ebliethos Digital Indonesia.
"Saat ini, Pemkot terus mendorong perusahaan-perusahaan di Kota Yogyakarta agar memberikan kuota 1 persen bagi pekerja disabilitas," kata Erna Nur Setyaningsih.
Dia mengatakan, jika pihaknya terus mendorong secara bertahap agar perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Yogyakarta menjadi perusahaan yang inklusi.
Baca Juga: Timnas Indonesia Juara AFF U-19 2024, Pelatih optimis maju ke Piala Asia U-20 2025
"Dinsosnakertrans juga punya Rumah Layanan Disabilitas, yang salah satunya berkaitan dengan konsultasi ketenagakerjaan, lowongan pekerjaan, serta pembuatan kartu pencari kerja bagi penyandang disabilitas,” jelasnya, lagi.
Erna Nur Setyaningsih juga mengungkapkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat pengangguran terbuka di Kota Yogyakarta dalam kurun waktu tiga tahun terakhir terus mengalami penurunan.
Dia merincikan, angka pengangguran di Yogyakarta pada tahun 2021 tercatat sebesar 9,13 persen, kemudian tahun 2022 turun menjadi 7,18 persen, dan tahun 2023 turun lagi menjadi 6,07 persen.
Dia menekankan, bahwa penurunan angka pengangguran harus terus dikejar, yang salah satunya melalui bursa tenaga kerja atau job fair.
Selain itu, juga melalui bursa kerja khusus pelajar SMK, Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan (PBJ), perluasan tenaga kerja dengan padat karya, dan pelatihan berbasis kompetensi. ***(KKO)