Hal tersebut, menurutnya berkaitan pula dengan kota industri yang mumpuni dan komprehensif untuk meningkatkan ekonomi rakyat.
"Kaitannya juga dengan kota wisata, wisatanya mana? Ndak ada (yang optimal -red). Semuanya selama ini ke Kota Batu,” ujar Imam Supandi.
Imam Supandi mengaku keinginannya maju di Pilkada 2024 sebagai Calon Wali Kota Malang juga karena adanya dukungan dari berbagai kalangan.
“Teman-teman tokoh pendidikan di Kota Malang, baik ulama, habaib, kiai, LSM, datang ke pondok meminta saya maju, itu sudah setahun yang lalu,” kata Imam Supandi, yang mengaku pula tak memiliki latar belakang politik.
Namun demikian, keinginannya membangun Kota Malang yang lebih maju membuatnya memberanikan diri maju sebagai Calon Wali Kota di Pilkada 2024 ini.
Dia pun mengungkapkan, bahwa sektor pendidikan, industri, dan pariwisata nantinya akan menjadi program unggulannya.
“Katanya kota pendidikan, pendidikan kok sik (yang -red) bayar, padahal yang dikatakan pendidikan wajib tidak mengenal orang kaya atau miskin, selama ini tidak merata,” katanya.
Semengtara itu terkait pengembangan kota wisata, dia juga sebisa mungkin tidak akan melibatkan APBD.
“Mendatangkan investor agar sekiranya tidak mengganggu APBD, nanti sistemnya bagaimana kita bangun bareng-bareng,” ungkap Imam Supandi.
Dia juga menyoroti perihal perizinan usaha yang akan semakin dipermudah di bawah kepemimpinannya.
Imam Supandi menegaskan lagi, bahwa industri janganlah dipersulit perizinannya. Sebaliknya, harus dipermudah karena pengusaha itu mengangkat derajat martabat masyarakat Kota Malang.
"Dampak lingkungannya diatur, karena industri bisa menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja,” bebernya.
Baca Juga: Angkringan Puncak Bibis Bantul, tempat asyik menikmati makan sambil melihat pemandangan