Erupsi berikutnya lagi terjadi pada tahun 1962 tanggal 13 April. Di bagian tengah permukaan Danau Ijen terjadi bualan gas di dua tempat, masing-masing berdiameter sekitar 10 meter.
Berikutnya tanggal 18 April 1962 juga terjadi bualan air di bagian utara danau kawah dengan diameter sekitar 6 meter. Bualan air tersebut lalu membesar menjadi 15-20 meter.
Kemudian, bualan air itu menyemburkan air setinggi sekitar 10 meter. Warna air danau yang semula hijau muda, kemudian berubah menjadi hijau keputihan.
Tahun 1976 tanggal 30 Oktober, tampak bualan air di dua tempat dekat Silenong selama 30 menit.
Lalu, pada tahun 1991 tanggal 15, 21, dan 22 Maret kembali terjadi bualan air berdiameter sekitar 5 meter disertai perubahan warna air kawah dari hijau muda menjadi coklat.
Menurut para penambang belerang, saat itu juga terjadi semburan gas setinggi 25-50 meter dengan kecepatan tinggi. Bualan ini tercatat seismograf dalam bentuk gempa tremor terus-menerus sejak tanggal 16-25 Maret 1991.
Tahun 1993 tanggal 3 Juli terjadi letusan freatik di tengah danau yang disertai tekanan kuat serta bunyi keras dengan semburan setinggi 75 meter. Warna air dari hijau keputihan berubah menjadi kecoklatan dan permukaan danau menjadi gelap.
Tanggal 4 Juli, letusan freatik ditandai dengan menyemburkan air setinggi sekitar 35 meter. Tanggal 7 Juli, letusan freatik disertai suara cukup keras terdengar hingga sejauh 1 kilometer.
Pada 1 Agustus, terjadi lagi letusan freatik disertai dua suara letusan yang terdengar sejauh 1 kilometer. Letusan ini didahului oleh gempa yang terasa di sekitar puncak. Gumpalan asap berwarna putih tebal dengan tekanan kuat terlihat mencapai ketinggian sekitar 500 meter.
Tahun 1999, tanggal 28 Juni hingga 28 Juli terjadi kenaikan aktivitas di danau kawah yang ditandai dengan kenaikan suhu air mencapai 46 derajat Celcius.
Kemudian tahun 2000 tanggal 6 Juni, terjadi peningkatan aktivitas yang ditandai dengan kenaikan suhu danau kawah Ijen, dan terjadi letusan freatik.
Tahun 2001 tanggal 8 Januari, terjadi lagi peningkatan aktivitas vulkanik yang ditandai dengan adanya bualan air danau seperti mendidih. Gas solfatara tercium sangat tajam.
Saat itu, terdengar suara blaser yang nyaring disertai asap putih tebal dengan tekanan kuat dengan arah asap tegak lurus. Saat itu pula di lokasi penambangan terjadi kebakaran belerang.
Menurut pekerja tambang belerang, saat itu terjadi letusan di air danau kawah yang diduga letusan freatik.
Dari sejarahnya, sejak tahun 1991 terjadi letusan freatik setiap satu hingga tiga tahun. Pada tahun 1917-1991, periode letusan tercatat 6 hingga 16 tahun. Letusan besar Gunung Ijen di Jawa Timur yang memakan korban jiwa terjadi pada tahun 1817.