berita

Status Gunung Ijen Jawa Timur naik dari Normal jadi Waspada, pendakian ditutup sementara!

Sabtu, 13 Juli 2024 | 07:56 WIB
Peta rekomendasi Gunung Ijen Jawa Timur pada 13 Juli 2024,terkait naiknya status gunung tersebut dari Normal menjadi Waspada. (esdm.go.id)

WartaPesona.com - Status Gunung Ijen Jawa Timur naik dari Normal menjadi Waspada Level II, sehingga pendakian untuk wisatawan ditutup sementara.

Naiknya status Gunung Ijen Jawa Timur dari Normal menjadi Waspada Level II ini mulai berlaku sejak Jumat (12/7/2024) malam pukul 22.30.WIB.

Dengan naiknya status Gunung Ijen Jawa Timur dari Normal menjadi Waspada, pendakian ke gunung fenomenal ini ditutup sementara bagi wisatawan. Warga sekitar pun diminta waspada dan berhati-hati, mematuhi imbauan otoritas terkait.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dr Ir Muhammad Wafid AN, MSc, dalam siaran pers meminta masyarakat di sekitar Gunung Ijen dan pengunjung, wisatawan, dan penambang agar tidak mendekati bibir kawah maupun turun dan mendekati dasar kawah.

Selain itu, wisatawan dan siapapun tidak boleh menginap di kawasan Kawah Gunung Ijen dalam radius 1,5 kilometer.

Pun masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Banyu Pait, diminta selalu waspada terhadap potensi ancaman aliran gas vulkanik yang berbahaya, dan tetap memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Ijen.

Badan Geologi Kementerian ESDM dalam rekomendasinya juga meminta masyarakat segera mengenakan masker penutup alat pernapasan jika tercium bau gas yang menyengat.

Dijelaskan, bahwa potensi bahaya yang bisa ditimbulkan dari aktivitas vulkanik Gunung Ijen saat ini adalah gas-gas vulkanik konsentrasi tinggi di sekitar kawah.

Gas-gas tersebut berasal dari aktivitas solfatara di dinding kawah Ijen, dan difusi gas-gas vulkanik dari dalam kawah ke permukaan, serta erupsi freatik berupa semburan gas dari danau kawah.

Erupsi freatik bisa terjadi tanpa didahului oleh peningkatan aktivitas, baik visual maupun kegempaan.

Sementara itu, peningkatan aktivitas Kawah Ijen seringkali ditandai oleh perubahan warna air danau kawah dari hijau menjadi hijau keputih-putihanan. Ini terjadi akibat naiknya endapan dari dasar danau ke permukaan, karena adanya tekanan gas yang kuat.

Suhu air kawah Ijen juga akan meningkat seiring meningkatnya tekanan atau konsentrasi gas yang keluar dari dasar danau. Dalam kondisi tersebut, biasanya gelembung-gelembung gas di permukaan air kawah akan muncul.

Kecuali itu, beberapa kejadian peningkatan aktivitas Kawah Ijen seringkali diikuti oleh kejadian “outburst gas”, letusan atau semburan gas dari danau kawah Ijen.

Gas yang menyembur tersebut terutama adalah CO2, yang punya berat jenis lebih berat dari udara. Karenanya, CO2 yang keluar akibat semburan ini cenderung bisa mengalir menyusuri lembah. Ini seperti kejadian letusan gas di Kawah Ijen pada bulan Maret 2018.

Halaman:

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB