Dan itu memilih Ottoman, karena Ottoman sejak lama menginginkan Kuwait. Jadi tahun 1913, Inggris Raya mengatur perbatasan semenanjung Arab dengan negosiasi sedemikian rupa.
Perjanjian itu membuat Inggris mendapat wilayah selatan semenanjung arab (sebagian besar Yaman) dan Kuwait jatuh di tangan Ottoman.
Namun, segalanya berubah di saat Ottoman kalah di perang dunia pertama, sehingga terpecah dan Kuwait berdiri dengan batalnya traktat yang telah dibuat itu.
Kerajaan Arab yang kala itu baru terbentuk, menginginkan Kuwait menjadi bagian baru bagi kerajaan merekan, dengan beberapa percobaan sedari 1920-1922.
Peperangan skala kecil dilakukan, namun ketika semakin memanas Inggris Raya dari arah selatan datang dan mengintervensi dan meminta untuk menghentikan peperangan aneksasi wilayah.
Dan pada akhirnya diputuskan Kuwait akan kehilangan sebagian besar wilayah mereka ke wilayah arab, dan Inggris raya senang karena mereka akan menjadi Protektorat.
Tak mau kalah wilayah utara tetangga mereka juga meniginkan Kuwait, dan menuding Kuwait tidak natural menjadi negara merdeka.
Menurut Irak Kuwait hanya mendapat hasil wilayah dari campur tangan pihak luar negara mereka sendiri. Namun hingga sekarang Kuwait tidak bergabung dengan wilayah Negara Iraq.
Baca Juga: Sholat: Obat Mujarab untuk Jiwa yang Resah
Wilayah Kuwait juga diberikan sebagian kecil kepada Irak, tetapi sejak Kuwait menjadi protekterat Inggris Raya.
Hingga tahun 1960, sampau kepada penolakan pada kerajaan Isterinya.dan Inggris meninggalkan wilayah tersebut.
Pada masa tersebut, sedang tinggi tinggi nya permintaan minyak, dan diatara daerah sekitar arab, dan mereka banyak bersaing menjual minyak tersebut.
Iran tetangga menginginkan wilayah Kuwait, Saddam husein dengan kemarahannya, banyak mendapat kecaman,
Sampai pada akhirnya, kemerdekaan Kuwait yang di deklarasikan kembali dan masi berjalan dan bertahan hingga sekarang. ***(LF)/P