berita

Nadiem Makarim: Sekolah Jurnalisme Indonesia Bersaing dengan AI

Selasa, 6 Februari 2024 | 12:11 WIB
Ketua PWI Jabar memberikan kenang-kenangan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Ristek Nadiem Anwar Makarim bersama PJ Gubernur Jabar Bey Machmudin. (Promedia)

WartaPesona.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyebutkan bahwa dunia jurnalisme saat ini tengah bersaing dengan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang ada saat ini tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas jurnalisme di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Nadiem dalam sambutannya saat membuka Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) Kelas Muda Angkatan pertama pada Selasa (5/2/2024) di Sekretariat PWI Jawa Barat, Jalan Wartawan, Lengkong, Kota Bandung.

Baca Juga: Sandiaga Uno Sampaikan Kajian Sementara Dampak Kenaikan Pajak Hiburan pada Pariwisata. Ini Rekomendasinya

Nadiem mengingatkan para wartawan untuk tetap menjaga kualitas jurnalisme di tengah disrupsi informasi.

“Tentu, teknologi telah mengubah semua aspek dalam sektor jurnalisme. Kondisinya disruptif. Namun, itu bukan alasan untuk menurunkan kualitas jurnalisme. Saat ini, kita harus bersaing dengan AI.

Kita harus berintegritas, berpikiran kritis, dan menulis dengan hati nurani, karena itulah yang tidak dimiliki oleh mesin kecerdasan buatan,” ujar Nadiem.

Nadiem juga mengakui bahwa ia merasa bingung dengan beberapa publikasi berita online atau daring yang mengasumsikan dirinya sebagai pembaca yang mengikuti isu tertentu, padahal ia baru mengetahui isu tersebut.

Baca Juga: Sri Mulyani Mendukung Implementasi Parekraf Hijau 2024

Ia mencontohkan publikasi dari media The Economist yang menurutnya lebih baik untuk dibaca karena setiap orang dijelaskan dengan baik, bahkan tokoh terkenal pun diidentifikasi. Ini, menurut Nadiem, adalah standar jurnalisme yang perlu diadopsi untuk meningkatkan literasi masyarakat.

Ketua PWI Pusat, Hendri Ch Bangun, menyebutkan bahwa SJI merupakan kelanjutan dari program yang telah digagas pada tahun 2016.

SJI dianggap sebagai program peningkatan kompetensi dan wawasan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Hendri menegaskan bahwa SJI merupakan ikon dari PWI yang telah berjalan sejak lama.

Baca Juga: Imlek Tahun Lalu Berlibur di Batu Malang, Sri Mulyani Bakal Berlibur Imlek dimana Tahun Ini?

“Pertama kali diadakan di Palembang tahun 2010 dengan pemberi kuliah pertama Presiden SBY. Kali ini, multitasking jurnalisme menjadi fokus utama, termasuk berpikir kritis, berwawasan kebangsaan, dan menjaga integritas,” ungkap Hendri.*

Tags

Terkini