WartaPesona.com - Khiva adalah kota museum yang memukau dengan ketenangannya. Tidak heran jika kota ini dianggap sebagai mutiara Uzbekistan, terletak di tengah gurun. Pada masa lalu, kafilah-kafilah Jalur Sutera Agung melintas di sini. Khiva juga pernah menjadi ibu kota Khanate of Khiva.
Begitu berada di Khiva, Anda akan merasakan diri Anda berada di sebuah kota abad pertengahan sungguhan, di mana semangat modernitas hanya terpancar dari kabel listrik.
Jalan-jalan beraspal, masjid-masjid dari tanah liat, pola-pola rumit, dan tembok benteng yang megah akan mengesankan bahkan bagi wisatawan paling berpengalaman.
Seluruh kota tua ini termasuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO, seperti dikutip dari advantour.com.
Baca Juga: Menikmati Wisata Stadion dan Museum Benfica di Lisbon
Wisata Khiva
Wisata Khiva membawa Anda ke dalam sebuah museum hidup, di mana lanskap kota kuno Itchan Kala terbentang seperti halaman dari dongeng.
Wisata ini membuka bab yang menarik dari sejarah Jalur Sutera, memberikan wawasan tentang arsitektur memukau dari landmark seperti Menara Kalta Minor yang menjulang tinggi dan Istana Tash Hauli yang indah.
Untuk benar-benar menghargai keindahannya yang memukau, pertimbangkan untuk mempelajari lebih lanjut tentang sejarah yang menarik dan arsitektur yang memukau sebelum wisata Anda dimulai.
Sejarah Khiva
Menurut legenda, Khiva tumbuh di sekitar sumur bernama Heyvak, yang digali oleh Sim, putra Nuh yang saleh. Para arkeolog menyatakan bahwa Khiva sudah ada pada abad ke-VI SM dan memang disebut Kheyvak.
Baca Juga: Wisata Senegal : Memeluk Sejarah dan Seni di Ile de Goree Dakar
Sumur bernama sama ini masih berdiri di pusat kota. Sebelum penaklukan Arab, Khiva adalah kota Zoroastrian. Pada tahun 712, setelah Qutayb Ibn Muslim berkuasa, para ilmuwan dan perwakilan keluarga bangsawan dihancurkan di Khiva.
Pada abad IX-XI, Khiva bertransformasi menjadi pusat agama dan ilmu pengetahuan. Misalnya, ilmuwan Al-Khorezmi dan Al-Beruni bekerja di sini. Pada tahun 1220, Khiva dihancurkan oleh pasukan Genghis Khan.
Pada abad ke-XVI, suku-suku nomaden Uzbek datang ke Khiva. Pada tahun 1598, Khiva diumumkan sebagai ibu kota Khanate of Khiva dan pada paruh pertama abad ke-XVII menjadi salah satu pusat Islam.
Banyak masjid dibangun di sini, serta madrasah - lembaga pendidikan untuk mempelajari Islam. Abad ke-XVIII-XIX juga memberikan Khiva banyak daya tarik arsitektur.