WartaPesona.com - Debat politik memasuki babak kontroversi ketika Anies Baswedan, calon pemimpin yang kontroversial, dianggap kehilangan otoritas bicara etika dalam forum debat terbaru, saat mengajukan pertanyaan "menyerang" kepada Prabowo Subianto.
Dahnil Anzar Simanjuntak, Jubir Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, dalam akun twitter / x.com @Dahnilanzar menyebut bahwa meskipun belum membahas rekam jejaknya secara rinci, ia banyak yang menyoroti tiga poin kontroversial yang disebut sebagai upaya untuk menjatuhkan rival politik.
Pertama ungkap Dahnil, Anies dituduh berbohong terkait klaim belanja alutsista bekas senilai 700 triliun rupiah. Angka yang mencengangkan ini dipertanyakan oleh sejumlah pihak, yang menilai klaim tersebut sebagai upaya menciptakan narasi negatif terhadap lawan politiknya.
Baca Juga: Tom Lembong yang Selalu Membawa Tas Kerjanya Kemana Pun Berada. Ini Isi Tasnya.
"Berbohong terkait belanja alutsista bekas 700 triliun." tulis Dahnil.
Selanjutnya, kontroversi muncul ketika Anies menyatakan bahwa tidak ada yang rahasia dalam pertahanan. Pernyataan ini dianggap berbahaya oleh Dahnil, seolah-olah mengindikasikan kecenderungan untuk menggadaikan keselamatan dan kedaulatan Indonesia demi kepentingan politik.
"Menyebut tidak ada yang rahasia dalam pertahanan, ini berbahaya, seolah mau menggadaikan keselamatan dan kedaulatan Indonesia." ujar Dahnil.
Prabowo, rival politik Anies, memaparkan pendekatannya yang berbeda terkait diplomasi internasional. Prabowo berkomitmen untuk memperbaiki kekuatan domestik, menjaga pertahanan yang kuat, mendorong ekonomi sejahtera, dan memelihara kekayaan budaya. Menurutnya, proses diplomasi akan bermartabat ketika Indonesia datang dengan teladan positif.
Baca Juga: Prabowo Tunda Beli 12 Jet Bekas Qatar Karena Keterbatasan Fiskal. Ekonom UI Ini Pernah Mengingatkan
"Kemudian, omon-omon terkait diplomasi internasional, Pak Prabowo ingin datang dan hadir di forum internasional dengan memulai memperbaiki kekuatan domestik, pertahanan kuat, ekonomi sejahtera, budaya kaya, maka proses diplomasi kita akan bermartabat karena datang dengan teladan." pernyataan Dahnil.
Anies kehilangan Otoritas bicara etika, pada debat ini, belum bicara rekam jejak ya, pada debat ini saja setidaknya ada 3 hal dia melakukan kebohongan publik demi menjatuhkan rival politik.
Berbohong terkait belanja alutsista bekas 700 triliun.
Menyebut tidak ada yang rahasia… pic.twitter.com/qK7hRu66QZ— Dahnil A Simanjuntak (@Dahnilanzar) January 7, 2024
Di sisi lain, Anies dinilai menggunakan pendekatan "omon-omon" dalam berdiplomasi, mirip dengan cowok yang gombal kepada cewek dengan klaim pintar, kekayaan, dan janji mensejahterakan.
Namun, banyak yang menilai klaim tersebut tidak sesuai fakta, menggambarkan Anies sebagai figur yang tidak mendapat hormat dan perhatian di dunia internasional.
Baca Juga: Prabowo Subianto: Komitmen Terhadap Kebebasan Pers dan Demokrasi
"Berbeda Mas Anies datang berdiplomasi dengan modal omon-omon. Ini bak Cowok yang gombal ke cewek akan bahwa dia pintar, punya kekayaan dan bisa membantu mensejahterakan, tapi faktanya bokek, dan berbohong. Ya gak ada yg hormat dan mau dengar kita di dunia internasional bila begitu," tutup Dahnil.