WartaPesona.com- Kendati tidak ada hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel, namun transaksi perdagangan antara keduanya bisa dibilang mempunyai nilai yang cukup besar.
Nilai ekspor Indonesia terhadap Israel jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai ekspor kepada Palestina.
Tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa nilai ekspor Indonesia terhadap Israel jauh lebih tinggi dibandingkan nilai ekpor pada Palestina.
Baca Juga: Berikut Sederet Produk yang Banyak Diimpor Oleh Indonesia dari Israel
Dalam catatannya BPS menguraikan nilai ekspor Indonesia terhadap Israel hingga mencapai 140,57 juda dollar Amerika Serikat (AS). Periode Januari hingga Oktober 2023.
Jika merujuk pada asumsi kurs Rp 15.699 - dollar AS, maka nilainya dalam kisaran Rp 2,21 triliun. Terdapat kenaikan terus menerus pertahun.
Dilansir dari beberapa media, Kamis 16/11/2023.
Pudji Ismartini, Badan Pusat Statistik (BPS) dan Deputi bidang statistik mengatakan, adanya konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina tidak signifikan mengarah pada dampak perdagangan Indonesia.
Baca Juga: Piknik Di Bukit Parapuar Labuan Bajo, Dikunjungi Oleh Wisatawan Mencapai 1.037
Contoh, nilai ekspor Indonesia terhadap Israel mencapai hingga 140,57 juta dollar Amerika Serikat (AS), periode Januari hingga Oktober 2023, bila dibanding dengan tujuan yang lain, maka nilai tersebut bisa dibilang relatif sangat kecil.
Komoditas utama yang di terbangkan oleh Indonesia pada Israel diantaranya berupa minyak nabati/hewani, alas kaki, lemak, mesin perlengkapan elektrik berikut bagiannya, ampas, stapel buatan, hingga sisa-sisa industri makanan.
Produk impor dari Israel ke Indonesia
Kemudian, impor nonmigas dari Israel ke Indonesia per periode tersebut mencapai di kisaran 16,97 juta dollar Amerika Serikat (AS).
Berupa mesin, dan peralatan mekanis lainnya yang menjadi komoditas utama.
Baca Juga: Sederet Fakta Tentang Daun Stevia, Pemanis Pengganti Gula, Berikut Selengkapnya
Terdapat juga peralatan logam tidak mulia serta perkakas lainnya, bahkan perlengkapan elektrik dan sebagainya, fotografi, sinematografi, bahan kimia organik, dan instrumen optik hingga medis.
Perdagangan Indonesia dan Palestina
Untuk data perdagangan Indonesia dan Palestina, Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencatat mengenai total ekspor nonmigas dari Indonesia ke Palestina periode Januari sampai dengan Oktober 2023 tercatat mencapai 2,37 juta dollar Amerika Serikat (AS).
Komoditas ekspor utamanya yaitu berbagai makanan olahan seperti olahan sayuran, olahan dari tepung, kayu, barang dari kayu, buah dan kacang, hingga kimia organik.
Demikian, total impor no migas dari Palestina ke Indonesia per periode tersebut dikisaran mencapai 1,57 juta dollar Amerika Serikat (AS), atas buah-buahan yang menjadi komositaa utamanya.
Kemudian, minyak hewani nabati dan lemak, barang antik dan barang kolektor, tekstil penutup lantai dan karpet lainnya, karya seni, juga plastik serta barang yang terbuat dari plastik.
Adanya uraian tersebut, kemudian dapat disimpulkan mengenai kondisi politik antara kedua negara tidak berperngaruh secara signifikan pada perdagangan internasional Indonesia. Berikut uraian, dari keterangan Pudji.
Persentase Ekspor dan Impor
Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), per Januari hingga Oktober 2023, share ekspor Indonesia terhadap Palestina mencapai dikisaran 0,0011persen total ekspor Indonesia. Pada periode yang sama, share impor Palestina yaitu sebesar 0,0000 persen.
Dikarenakan kecil, mengenai share ekspor Israel per Januari hingga Oktober 2023 dikisaran sebesar 0,07 persen, total ekspor Indonesia kepada Israel. Adapun tercatat share impor nonmigas Israel kepada Indonesia, hanya mencapai 0,0110 persen.
Dilanjut dengan kondisi politik di Rusia dan Ukraina, Pudji pun menyebut bahwa tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perdagangan internasional yang ada di Indonesia.
Komoditas utama mengenai impor Ukraina ke Indonesia yaitu serealia, juga Indonesia memiliki pangsa pasar alternatif guna impor serelia, yakni Argentina dan Australia.
Oleh karena itu, konflik Ukraina dan Rusia tidak berpengaruh secara signifikan pada gerak kinerja perdagangan internasional yang ada di Indonesia.***
Penulis : Feri Candra