WartaPesona.com - Seiring masuknya musim pancaroba, BMKG mengingatkan warga untuk mewaspadai potensi bencana banjir dan tanah longsor atau hidrometeorologi.
Menurut BMKG, Indonesia memasuki musim pancaroba pada bulan Oktober-Desember 2023, yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.
Bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di musim pancaroba ini seperti banjir dan tanah longsor, serta angin kencang atau puting beliung.
Baca Juga: Bumi masuki fase pendidihan global, bencana ancam dunia
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, mengatakan cuaca ekstrem berpotensi besar terjadi selama musim pancaroba ini.
"Mulai dari hujan lebat disertai petir, dan angin kencang serta hujan es," kata Dwikorita dalam siaran pers dikutip Rabu (1/11/2023).
Dwikorita menjelaskan, pada musim pancaroba atau peralihan dari kemarau ke musim hujan ini arah angin bertiup sangat bervariasi.
Baca Juga: Zodiak Pisces Rabu 1 November 2023, hari penuh kebebasan dan eksperimen
Hal tersebut menyebabkan kondisi cuaca bisa berubah dengan tiba-tiba dari panas ke hujan atau sebaliknya.
"Namun, secara umum biasanya cuaca di pagi hari cerah, kemudian siang hari mulai tumbuh awan, dan hujan menjelang sore hari atau malam hari," katanya.
Dwikorita juga mengungkapkan, bahwa awan Cumulonimbus (CB) biasanya tumbuh di saat pagi menjelang siang, bentuknya seperti bunga kol berwarna keabu-abuan dengan tepian yang jelas.
Baca Juga: Zodiak Aquarius hari Rabu 1 November 2023, seseorang ternyata berharap perhatian
Menjelang sore hari, awan tersebut akan berubah menjadi gelap yang kemudian dapat menyebabkan hujan, petir dan angin kencang.
Dia mengingatkan, bahwa curah hujan dapat menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir bandang dan tanah longsor.