Baca Juga: Mobilitas Tenaga Kerja: Migrasi dalam Konteks Era Globalisasi
Para ibu-ibu dalam komunitas ini belajar menganyam dari nol, karena di Bogor tidak ada bahan baku tradisional seperti pandan atau rotan, yang melimpah hanyalah limbah kertas.
Dukungan dari Pemerintah Kota Bogor telah memungkinkan mereka untuk menghasilkan produk kreatif dari limbah ini.
Dalam sebulan, para pengrajin Salam Rancage dapat memproduksi sekitar 2.800 buah produk, dengan harga yang bervariasi.
Baca Juga: Rahasia Kecantikan ala Selebriti: Tips Perawatan Kulit yang Harus Dicoba
Ini menunjukkan bahwa karya kriya Indonesia memerlukan dedikasi tinggi, tetapi hasilnya berkualitas tinggi dan mampu bersaing di pasar global.
Produk-produk dari bahan terbatas ini adalah bukti nyata potensi kreativitas Indonesia.
Terlepas dari tingkat kesulitan dalam menganyam kertas bekas, pengrajin Salam Rancage telah membuktikan bahwa dengan inovasi dan semangat, produk ekonomi kreatif dapat menjadi andalan yang mendukung perkembangan Kota Bogor sebagai Kota Kreatif Indonesia.
Baca Juga: Keanekaragaman Budaya: Pendorong Pembangunan Ekonomi yang Inklusif
Sandiaga Uno dan para pengrajin telah membuka jalan menuju masa depan yang berkelanjutan dan kreatif.***