WartaPesona.com- Dalam kegiatan KaTa Kreatif di Kota Bogor, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menerima tantangan unik dari para pengrajin Salam Rancage.
Mereka mengajaknya untuk menganyam produk kriya yang tampak seperti kerajinan rotan, namun dengan menggunakan bahan yang tak biasa: limbah kertas (koran bekas). Hasilnya adalah produk ekraf berkualitas tinggi yang ramah lingkungan.
Menparekraf Sandiaga Uno, bersama dengan para pejabat pemerintah setempat, termasuk Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, tampak bersemangat dan serius saat mencoba teknik menganyam dengan bahan yang tak lazim.
Baca Juga: Zodiak Sagitarius hari Jumat 20 Oktober 2023, getaran cinta baru tak akan bertahan lama
Prosesnya melibatkan kertas koran yang dilinting pada sebatang lidi, lalu dianyam hingga membentuk produk seperti keranjang atau kotak tisu.
Tahap berikutnya melibatkan penggunaan lapisan pelindung yang ramah lingkungan, yaitu coating non-toxic.
Namun, Menparekraf Sandiaga menilai bahwa menganyam dengan menggunakan kertas koran dan lidi ternyata memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Proses ini memerlukan ketelitian dan keuletan dari para pengrajin.
Baca Juga: Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) Resmi Mendaftar Sebagai Capres-Cawapres ke KPU RI
Sandiaga pun mengingatkan bahwa para pengunjung harus lebih dari sekadar penonton, mereka juga harus menjadi pembeli produk ekonomi kreatif dan mendukung para pengrajin.
Produk kriya yang dihasilkan telah meraih berbagai penghargaan, seperti INACRAFT Award 2018, yang menunjukkan potensi ekonomi kreatif Kota Bogor.
Selain kerajinan tangan, Kota Bogor juga terkenal dengan ragam kuliner dan subsektor fesyennya.
Baca Juga: Zodiak Scorpio Jumat 20 Oktober 2023, hari penuh kewaspadaan dalam cinta dan pekerjaan
Potensi ekonomi kreatif Kota Bogor membuat Menparekraf Sandiaga berharap kota ini segera dapat menjadi Kota Kreatif Indonesia.
Dia berharap Kota Bogor dapat mengikuti jejak empat kota lainnya yang telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO, seperti Ambon (city of music), Bandung (city of design), Jakarta (city of literature), dan Pekalongan (city of crafts and folk art).
Salam Rancage, komunitas bank sampah yang menjadi inisiator penggunaan limbah kertas, menceritakan awal mula mereka memulai inovasi ini.
Artikel Terkait
Sandiaga Uno : Rencana Eksklusif Planogram Menuju Mandalika Membawa Perubahan di Bandara Lombok
Sandiaga Uno: Kemenparekraf untuk Mendorong Komunitas di Garut dalam Mengembangkan Industri Gim Lokal
Sandiaga Uno : Desa Wisata NTB Terima Bantuan DPUP dari Kemenparekraf untuk Majukan Pariwisata
Sandiaga Uno : Kemenparekraf Maksimalkan Potensi Digital Generasi Muda NTB Menuju Wirausaha Terampil
Sandiaga Uno : Sukses Besar MotoGP Mandalika 2023, Lampaui Target Penonton
Sandiaga Uno: Rencanakan Kenaikan 30 Persen Akomodasi di Mandalika di Tahun Mendatang
Sandiaga Uno : Kehebatan MotoGP (IndonesianGP) 2023, Dorna Sports Memuji Perkembangan Luar Biasa
Sandiaga Uno: MotoGP 2023 Mendorong Pertumbuhan Ekonomi NTB, Berikut Informasinya
#DiIndonesiaAja: Sandiaga Uno Menyongsong Program KKN/KKL yang Unik
World Hydropower Congress di Bali: Sandiaga Uno dan Dukungan Kemenparekraf untuk Keberlanjutan Pariwisata