Di posisi kedua ada Khofifah Indar Parawansa dengan 15,1 persen, dan Mahfud MD dengan 11,5 persen.
Dalam simulasi dengan lima nama cawapres, Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan bahwa Erick mendapat 24,7 persen, unggul atas Khofifah yang memiliki 24,4 persen.
Dalam simulasi dengan sembilan nama, dan enam nama sebagai cawapres yang mendapat dukungan dari Jokowi, Erick memperoleh 19,9 persen dan 24,7 persen.
Hal ini merupakan keunggulan yang cukup signifikan atas Khofifah yang menduduki peringkat kedua dengan 16,7 persen dan 18 persen.
Burhanuddin menyebutkan bahwa mayoritas warga NU memandang Erick sebagai figur yang paling pantas mendampingi Capres Ganjar Pranowo maupun Prabowo Subianto.
Dalam simulasi dengan sepuluh nama cawapres untuk Ganjar, Erick berada di peringkat teratas dengan 20,1 persen, unggul atas Khofifah yang mendapat 18,5 persen, dan Ridwan Kamil dengan 13,5 persen.
Baca Juga: Erick Thohir Kunjungi Pondok Pesantren di Jawa Timur dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad
“Dalam simulasi yang serupa untuk cawapres Prabowo, sekali lagi, Erick juga mendapatkan suara terbanyak dengan 22,7 persen, unggul atas Khofifah yang memiliki 20,6 persen," kata Burhanuddin dalam presentasi hasil survei.
Hasil survei tersebut berjudul "Signifikansi NU dan Peta Elektoral Jelang Pemilu 2024 di Jawa Timur" dan disampaikan pada Minggu (1/10/2023). ***