berita

Gerakan 30 September atau G30S PKI, Tentang Sejarah, Kronologi, dan Tujuan, hingga Tokoh yang Gugur

Sabtu, 30 September 2023 | 22:46 WIB
Monumen Pancasila Sakti di daerah Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Ketujuh korban diberi kenaikan pangkat dan dianugerahi gelar pahlawan revolusi. | WartaPesona.com

WartaPesona.com - Terjadi peristiwa kelam pada tahun 1965 di Indonesia, yaitu Gerakan 30 September atau G30S, gerakan tersebut adalah gerakan dari Partai Komunis Indonesia atau PKI.

Terjadinya gerakan tersebut mengakibatkan pembunuhan pada ke enam perwira tinggi militer Indonesia dan juga beberapa orang lain diantaranya.

Salah satu peristiwa yang menjadi pergolakan pada Bangsa Indonesia usai memperoleh kemerdekaan, bagi pelajar atau siswa-siswi yang sedang mempelajari sejarah, tentunya harus mengetahui sejarah G30S PKI serta kronologinya.

Baca Juga: Kasus Syahrul Yasin Limpo, Perjalanannya yang Pernah diperiksa KPK, Hingga Rumah Dinasnya yang di Geledah

Berikut penjelasan tentang sejarah, kronologi, dan tujuan, hingga hingga tokoh yang gugur dalam peristiwa G30S PKI yang dilansir dari gramedia.com.

  • Sejarah G30S PKI

G30S PKI, Pengkhianatan paling besar yang pernah dialami oleh bangsa Indonesia. Tepat pada tanggal 30 September dan 1 Oktober, pada malam hari peristiwa kelam tersebut terjadi.

Tragedi kelam tersebut melibatkan Partai Komunis Indonesia atau yang di kenal dengan nama PKI dan Pasukan Cakrabirawa, Gerakan 30 September, Partai Komunis Indonesia atau G30S PKI adalah gerakan yang bertujuan untuk melengserkan rezim atau pemerintahan Soekarno dan merubah Indonesia agar menjadi negara yang bersistem komunis.

DN Aidit yang memimpin gerakan tersebut yang pada saat itu merupakan ketua Partai Komunis Indonesia atau PKI.

Pada tanggal 1 Oktober 1965 dini hari, Letkol Untung yaitu anggota dari Pasukan Pengawal Istana atau yang sering disebut dengan Cakrabirawa.

Memimpin pasukan yang pada saat itu dianggap setia dan loyal kepada Partai Komunis Indonesia atau PKI, pada saat itu gerakan tersebut yakni mengincar perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat atau TNI AD.

Enam orang anggota perwira tersebut yang ditangkap oleh mereka, dan tiga diantaranya langsung dibunuh di kediamannya.

Namun yang lainnya dibawa secara paksa menuju lokasi Lubang Buaya.

Jenazah para perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat atau TNI AD ditemukan setelah beberapa hari kemudian.

Baca Juga: Hub Space Hari Perhubungan Nasional 2023, Presiden Jokowi jajal Taksi Terbang tenaga listrik

  •  Kronologi G30S PKI

Peristiwa kelam G30S PKI yang dilansir dari laman Universitas Muhammadiah Sumatera Utara, UMSU.

Terjadinya peristiwa Gerakan 30 Setember Partai Komunis Indonesia atau G30S PKI pada masa pemerintahan Presiden Soekarno yang pada saat itu menjalankan sistem demokrasi terpimpin.

Partai Komunis Indonesia, PKI yang saat itu menjadi Partai Stalinis terbesar diluar Uni Soviet, dan juga China.

Ketika itu memiliki anggota yg jumlahnya sangat besar, PKI yang saat itu juga mengontrol gerakan dari serikat buruh serta gerakan petani di Indonesia.

PKI yang saat itu memiliki pendukung yang berada di berbagai daerah dan lebih dari 20 juta jumlah anggotanya, juli 1959 dibubarkannya parlemen, dan Soekarno pun menetapkan konstitusi di bawah dekrit Presiden, keputusan tersebut mendapat dukungan penuh dari PKI.
Soekarno pun mengangkat para jenderal militer ke posisi yang penting, guna memperkuat angkatan bersenjata.

Sistem demokrasi terpimpin disambut baik oleh PKI, dan PKI pun percaya mereka mempunyai mandat guna berkonsepsi pada aliansi Konsepsi Nasionalis, Agama, dan Komunis (Nasakom).

Untuk memecahkan masalah politik dan ekonomi yang mendesak, kepemimpinan PKI pun berkolaborasi dengan kaum borjuis nasional guna menekan kaum buruh dan petani dalam geralan independen, namun upaya tersebut tidak berhasil dengan baik.

Masalah ekonomi, diantaranya yaitu turunnya pendapatan ekspor, dan cadangan devisa, hingga terjadi inflasi yang tinggi. Serta korupsi birokrat, dan militer semakin bertambah merajalela.

Lebih dari itu, Partai Komunis Indonesia atau PKI, saat itu banyak menguasai organisasi massa yang pada saat itu dibentuk oleh Soekarno guna memperkuat dukungan pada kepemimpinan atau rezim demokrasi terpimpin.

PKI yang mulai berkampanye guna membentuk angkatan kelima dengan persetujuan Soekarno, yaitu terdiri dari para pendukung bersenjata mereka.

Akan tetapi, petinggi-petinggi militer menentang akan hal ini, di tahun 1963 kepemimpinan Partai Komunis Indonesia, PKI, sudah berupaya menghindari bentrok antar aktivis dengan polisi dan juga militer, aktivis tersebut merupakan massa dari PKI.

Upaya tersebut merupakan cara untuk menjaga kepentingan bersama antara polisi dengan rakyat, DN Aidit yang merupakan pemimpin Partai Komunis Indonesia, PKI, mengilhami slogan yaitu, Untuk Ketentraman Umum Bantu Polisi.

Baca Juga: Tamu negara akan hadiri peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya

Agustus 1964 Aidit pun mengimbau kepada seluruh anggota PKI untuk menjaga hubungan baik pada angkatan bersenjata serta mengajak para seniman sayap kiri juga para pengarang membuat karya yang mendukung massa tentara.

Hingga pada akhir tahun 1964 dan pada awal tahun 1965 bentrokan besar pun terjadi, adanya gerakan petani yang terjadi guna merampas tanah dari para tuan-tuan tanah besar.

Bentrokan besar tersebut, terjadi antar pemilik tanah, petani dan polisi.

PKI pun telah mengimbau para pendukungnya agar tidak melakukan kekerasan kepada pemilik tanah, dan disertai dengan meningkatkan kerja sama pada unsur-unsur lain diantaranya angkatan bersenjata.

Diawal 1965 perusahaan-perusahaan karet dan minyak milik Amerika mulai disita oleh para buruh, Partai Komunis Indonesia atau PKI, menjawab dengan cara masuk pemerintahan secara resmi.

Pada saat bersamaan para jenderal militer pun ikut serta menjadi bagian dari anggota kabinet, para menteri PKI duduk disebelah petinggi militer di kabinet Soekarno hingga terus mendorong bahwa citra angkatan bersenjata merupakan bagian revolusi demokratis rakyat.

  •  Tujuan dari G30S PKI

Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau G30S PKI tujuannya menjadi perdebatan serta pandangan interpretasi yang berbeda, namun demikian beberapa tujuan umum yang di sambungkan dengan gerakan ini yaitu:

1. Pengambil alihan kekuasaan
Tujuan utama dari gerakan adalah pengambil alihan kekuasaan pemerintahan yang ada di Indonesia, diduga anggota gerakan ini terhubung dengan Partai Komunis Indonesia, PKI yang berupaya melalui cara kudeta guna mengubah tata kelola dari politik negara sesuai pandangan, atau ideologi mereka.

2. Mendukung Agenda Komunis
PKI merupakan Partai Komunis yang mempunyai pandangan sosialis dan komunis, mungkin salah satu dari tujuan gerakan ini ialah menggeser politik nasional agar mengarah pada yang lebih sesuai dengan pandangan Partai Komunis Indonesia atau PKI, yang tertuang didalamnya mencakup reforma agraria, redistribusi kekayaan, hingga penghapusan kapitalisme.

3. Menghapuskan Pengaruh Militer
Lebih dari itu, diduga serakan ini bertujuan guna melemahkan pengaruh militer didalam serangkaian politik Indonesia.

Perwira tinggi militer yang terlibat dalam gerakan ini, bisa diartikan sebagai usaha agar struktur kekuasaan yang telah ada, supaya dapat digantikan dengan kekuatan yang lebih sesuai dengan pandangan ideologi komunis.

4. Menghapus Faksi Tertentu
Ada pula pandangan bahwasannya gerakan ini ditujukan guna menghilangkan faksi tertentu pada militer atau pun politik dinilai tak sejalan dengan gerakan atau tujuan Partai Komunis Indonesia, PKI.

Pembunuhan para perwira tinggi militer, diduga dapat diartikan untuk langkah mengurangi resistensi pada perubahan politik yang telah direncanakan.

5. Ciptakan Perubahan Sosial
Bukan itu saja, Partai Komunis Indonesia atau PKI juga mempunyai visi perubahan sosial yang sangat luas.

Termasuk diantaranya perubahan pada distribusi kekayaan serta penghapusan ketidaksetaraan.

Diduga gerakan ini bertujuan agar dapar mendorong perubahan sosial dengan cara pengambilalihan kekuasaan dan implementasi dari kebijakan komunis.

Baca Juga: Kain Tenun Ikat Ganda: Karya Seni Tekstil Bali yang Mengagumkan

  • Nama-Nama Tokoh yang Gugur dalam G30S PKI

Disebutkan pada gerakan ini, yang melibatkan pembunuhan para perwira tinggi serta perwira militer Indonesia, mereka yang gugur, tujuh diantaranya:

- Letnan Jenderal Ahmad Yani
- Mayor Jenderal Raden Suprapto
- Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono
- Mayor Jenderal Siswondo Parman
- Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan
- Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo
- Letnan Pierre Andreas Tendean
Tentu dengan adanya kematian para perwira tersebut, menjadi bagian dalam peristiwa kelam yang mengguncang Indonesia ketika itu.

Peristiwa Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau G30S PKI juga berdampak signifikan pada dinamika politik serta militer di Negara Indonesia ketika itu.  *** (FC)

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB