berita

Pewarna alami Karmin dari serangga Cochineal, dipakai untuk kain hingga makanan dan minuman

Kamis, 28 September 2023 | 11:31 WIB
Serangga Cochineal, bahan pewarna alami Karmin. (Tangkapan layar situs Harvard University)

WartaPesona.com - Pewarna alami Karmin (Carmyne) dari serangga Cochineal sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu di Amerika Utara.

Penggunaan pewarna alami Karmin dari serangga Cochineal digunakan pertama kali oleh masyarakat adat di Puebla Meksiko Amerika Utara.

Di negara asalnya tersebut, pewarna alami Karmin dari serangga Cochineal digunakan sebagai pewarna merah pada kain.

Baca Juga: Bisnis reseller masih menjanjikan keuntungan, modal terukur dan mudah dilakukan, apa iya?

Serangga Cochineal ini adalah hewan kecil yang hidup di pohon kaktus, sehingga disebut pula kutu daun.

Serangga tersebut menghasilkan pigmen warna merah cerah dari telur Cochineal betina.

Serangga Cochineal betina menghasilkan asam karminat untuk melindungi telur-telurnya dari serangga lainnya.

Dan, asam karminat inilah yang menghasilkan pigmen warna merah cerah setelah melalui proses pengolahan.

Baca Juga: Perolehan medali Indonesia di Asian Games 2023 Hangzhou China bertambah dari cabor skateboard

Bahan pewarna alami Karmin dari serangga Cochineal ini menjadi komoditas global setelah invasi Spanyol ke Amerika.

Pigmen serangga Cochineal yang menghasilkan warna merah ini sangat disukai di Eropa.

Hal tersebut karena merah menjadi warna yang melambangkan kekuasaan dan keberanian.

Merah bahkan menjadi warna pilihan untuk seragam tentara Inggris dan jubah para pendeta Katolik.

Dilansir dari situs Harvard University, masyarakat adat di Puebla, Tlaxcala dan Oaxaca sudah membudidayakan serangga Cochineal sebagai bahan pewarna serat tekstil atau kain.

Halaman:

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB