Namun, di sejumlah destinasi berkembang sebanyak 50 persen generasi muda tidak dapat bekerja di bidang pariwisata.
Hal tersebut antara lain karena kurangnya kesempatan, sumber daya, atau akses terhadap pelatihan akademik.
Hal itu juga masih ditambah dengan pendidikan dan peluang pelatihan saat ini yang tidak seimbang, dengan penekanan besar pada manajemen hotel.
Sementara itu, UNWTO memperkirakan tenaga kerja pariwisata global akan membutuhkan jutaan lulusan perhotelan setiap tahunnya hingga di 2030, dan 800 ribu pekerjaan setiap tahunnya akan memerlukan pelatihan kejuruan khusus.
Karena itu, UNWTO pada momentum WTD 2023 ini memandang penting investasi sumber daya manusia atau pendidikan, sebagai fondasi pariwisata ke depan. ***