WartaPesona.com- Menyandang nama terakhir yang diresmikan yaitu Daerah Khusus Ibukota, Jakarta atau DKI Jakarta. Jakarta pernah mengalami 13 kali pergantian nama hingga akhirnya diresmikan menjadi, Daerah Khusus Ibukota, Jakarta (DKI Jakarta).
Sebelum nama Daerah Khusus Ibukota, Jakarta (DKI Jakarta) diresmikan, berikut 13 nama dan keterangan yang di rangkum Versi Wartapesona.com:
Sunda Kelapa
Nama yang awal mula menjadi pusat perhatian kepemerintahan, berada dipelabuhan Sunda Kelapa.Sunda Kelapa menjadi pusat perdagangan sekitar di abad ke-14 sebagai Kota Pelabuhan yang menjadi wilayah pusat perdagangan hingga ke luar negeri.
Baca Juga: World Tourism Day WTD 2023 dipusatkan di Kota Riyadh Arab Saudi pada 27-28 September
Pelabuhan Sunda Kelapa saat itu berada dalam kuasa Kerajaan Pajajaran, di sungai muara Ciliwung, hulu sungai Ciliwung menjadi Ibu Kota Pajajaran pada saat itu.
Pelabuhan ini, memiliki kelimpahan hasil yang sangat pekat, hingga Pemimpin-pemimpin Portugis yang berpangkal di wilayah Malaka ingin menjalin hubungan erat dengan Pajajaran.
Pemimpin-pemimpin Portugis pun saat itu hendak membangun Benteng di Sunda Kelapa.Sebelum Benteng Portugis didirikan di wilayah Sunda Kelapa, kota pelabuhan sudah berhasil direbut oleh Fatahillah yang merupakan menantu dari trenggana (Sultan Demak).
Baca Juga: Masa Depan Keamanan Transaksi: Peran Mendominasi Teknologi Blockchain
Disana, mulai terjadi peralihan kekuasaan dari lingkungan Politik wilayah Pajajaran hindu ke Demak yang Islam.
Jayakarta
Kekuasaan yang beralih dari Pajajaran ke Demak, menjadikan nama Pusat Pemerintahan berganti, diganti menjadi Jayakarta.
Perubahan nama tersebut dilatarbelakangi oleh kemenangan para pasukan yang dipimpin oleh Fatahillah, pasukan Fatahillah menang melawan Angkatan Laut Portugis di wilayah Teluk Jakarta.
Baca Juga: Peran Penting Erick Thohir dalam Kesuksesan Timnas Indonesia Menurut Shin Tae-yong
Kemenangan tersebut berhasil membawa nama Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta, 22-06-1527.
Tanggal tersebut kemudian menjadi tanggal sebagai hari kelahiran atau HUT Jakarta.
Stad Batavia
Nama Jayakarta kemudian kembali berubah menjadi Stad Batavia karena didasari oleh kemenangan pihak Belanda yang di pimpin Jan Pieterszoon Coen.
Perubahan nama Stad Batavia terjadi pada tanggal 4-03-1621.
Kemudian Jan Pieterszoon Coen membuat bangunan baru yang dikelilingi oleh tembok yang terpotong-potong parit dengan beberapa meriam, bangunan tersebut diberi nama (Mauritius Huis).