Tercatat, jumlah kunjungan wisatawan Jepang ke Indonesia pada 2024 mencapai 338.934 orang, meningkat 34,57% dibanding tahun sebelumnya.
Dengan target 345.000 kunjungan pada 2025, kehadiran Indonesia dalam Osaka Expo menjadi momen krusial untuk mengamankan dan mendorong pertumbuhan pasar ini.
Selain memperkuat promosi destinasi, kegiatan ini menjadi wadah untuk mengangkat merek-merek lokal ke pasar global dan mengedukasi wisatawan dunia tentang nilai-nilai budaya, tradisi, dan filosofi hidup masyarakat Indonesia yang tercermin melalui pariwisata berbasis pengalaman (experience-based tourism).
“Kami percaya, kolaborasi adalah kunci. Karena itu, Kemenparekraf menggandeng berbagai pihak mulai dari Bappenas, KBRI Tokyo, KJRI Osaka, Garuda Indonesia, hingga ASEAN-Japan Centre, demi memaksimalkan dampak promosi,” tegas Yulia.
Kemenparekraf mengundang lebih banyak stakeholder untuk ikut serta dalam misi bersama ini, mewujudkan Indonesia sebagai destinasi top of mind bagi wisatawan Asia Timur, dan memperluas jejaring kemitraan global melalui diplomasi pariwisata berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Kemenpar Ajukan Tambahan Anggaran Rp2,25 Triliun Untuk Optimalkan Program Pariwisata Berkelas Dunia
Kolaborasi Menyambut Wisman 2025: Kemenpar Perkuat Tiga Pintu Masuk Utama Indonesia
Sinergi Global untuk Pariwisata Indonesia: Kemenpar dan Qatar Airways Perluas Jangkauan Promosi Internasional
Koperasi Merah Putih: Sinergi Strategis Kemenpar dan Kemenkop Bangkitkan Potensi Desa Wisata
Menata Ulang Wisata Edukasi: Kemenpar Susun Regulasi Demi Keamanan dan Nilai Pembelajaran
Kemenpar Intensifkan Evaluasi Geopark Kaldera Toba: Strategi Nasional Hadapi “Yellow Card” UNESCO