WartaPesona.com- Bandung – Pemerintah terus mendorong optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2025, tidak hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas distribusinya.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa program KUR harus lebih dari sekadar formalitas dan benar-benar mampu memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kita tidak ingin KUR hanya menjadi program formalitas tanpa memperhatikan kualitas distribusinya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan Bank Emas: Strategi Baru Perkuat Ketahanan Ekonomi Indonesia
Jika hanya begitu, kita akan sulit mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen," ujar Menteri Maman dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penyaluran KUR 2025 untuk Regional Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah di Bandung, Jawa Barat, Senin (24/2/2025).
Pemerintah menargetkan penyaluran KUR mencapai Rp300 triliun, dengan 60 persen dialokasikan untuk sektor produksi.
Selain itu, 2,34 juta debitur baru dan 1,17 juta debitur graduasi ditargetkan untuk mendapatkan akses pembiayaan yang lebih luas.
Baca Juga: Danantara: Pilar Baru Investasi Nasional Menuju Indonesia Mandiri
Peningkatan Kualitas Penyaluran KUR
Menurut Menteri Maman, keberhasilan program KUR tidak hanya diukur dari jumlah dana yang disalurkan, tetapi juga seberapa besar dampaknya terhadap pelaku UMKM.
Oleh karena itu, Kementerian UMKM menekankan pentingnya transparansi, ketepatan sasaran, serta pengelolaan yang efektif dan efisien.
"Kami ingin ada kesepahaman antara pemerintah dan penyalur KUR bahwa keberhasilan program ini adalah target bersama.
Setiap kendala yang muncul harus bisa diatasi melalui koordinasi yang baik," tegasnya.
Rakor ini menjadi forum penting untuk mengidentifikasi permasalahan di lapangan dan mencari solusi terbaik.
Menteri Maman juga menegaskan bahwa evaluasi dampak KUR terhadap pertumbuhan UMKM akan terus dilakukan.
Artikel Terkait
Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal: Menteri UMKM Dorong Pemda Replikasi Rumah Kemasan
Mengubah Pola: Menteri UMKM Ajak APINDO Perkuat Rantai Pasok Industri untuk UMKM