WartaPesona.com - Ekonomi kreatif terus diproyeksikan sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan pentingnya membangun kelembagaan ekonomi kreatif di daerah untuk mendukung ekosistem kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Eksplorasi Pesona Nusantara: FAM Trip KOL India Promosikan Bali dan Lombok
Hal ini disampaikan Menekraf Teuku Riefky dalam Rapat Koordinasi Kelembagaan Ekonomi Kreatif Daerah yang digelar di Jakarta, bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
Acara ini juga menandai langkah penting dalam penguatan kolaborasi pusat dan daerah melalui penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Kemenekraf dan Kemendagri, terkait pedoman pembentukan dinas ekonomi kreatif di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.
“Kami berharap SKB ini menjadi landasan kuat untuk memperkuat perhatian pemerintah daerah pada sektor ekonomi kreatif, sehingga sektor ini benar-benar menjadi motor pertumbuhan ekonomi di daerah,” kata Menekraf Riefky.
Baca Juga: Bandara Ngurah Rai Bersiap Sambut Lonjakan Wisatawan di Libur Natal dan Tahun Baru
Menekraf menyoroti delapan peran utama ekonomi kreatif dalam Asta Cita, salah satunya mendukung kemandirian nasional di sektor pangan, energi, air, ekonomi hijau, dan biru.
Presiden RI juga menunjukkan komitmen dengan menerbitkan Perpres Nomor 199 dan 200 Tahun 2024, yang memposisikan ekonomi kreatif sebagai pilar utama menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Data menunjukkan ekonomi kreatif mengalami tren positif. Pada 2023, sektor ini menciptakan lapangan kerja bagi 24,92 juta orang, menyumbang Rp1.141,7 triliun nilai tambah, dan nilai ekspor USD 23,96 miliar.
Baca Juga: Desa Wisata Jatiluwih, Desa Wisata Berkelanjutan yang Jadi Teladan Dunia
Plt. Deputi Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, menyampaikan bahwa delapan provinsi, termasuk Sumatra Utara, Lampung, NTT, dan Papua, telah mengadopsi nomenklatur ekonomi kreatif dalam struktur organisasinya.
Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya ekonomi kreatif sebagai penggerak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Setiap daerah memiliki potensi unik yang perlu dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas lokal,” ujarnya.
Baca Juga: Women From Rote Island: Kilau Perfilman Indonesia Menuju Piala Oscar 2025
Artikel Terkait
Dorong Ekonomi Kreatif, Kemenekraf Ajukan Tambahan Anggaran Rp2,42 Triliun untuk 2025
Musik Sebagai Bahasa Universal: Wamenekraf Irene Umar Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Kreativitas untuk Masa Depan: Menekraf Ajukan Tambahan Anggaran Rp2,42 Triliun untuk Dorong Ekonomi Kreatif Nasional
Logo Baru Ekonomi Kreatif: Simbol Kreativitas Tak Terbatas untuk Indonesia di Pentas Dunia
Kolaborasi Kreatif Mandalika: Menggali Potensi Ekonomi Kreatif di KEK Mandalika