Kain ulos dari Desa Papande cukup terkenal, dengan motif-motif unggulannya. Salah satu pegiat industri ini adalah Erison Siregar yang mengembangkan produksi kain ulos tenun sebagai cendera mata.
Ada beberapa motif yang dihasilkan seperti Siblang, Setelutuho, Bolehan, Tongararagi hidup, Mangiring, Tobu-tobu, dan motif yang sedang terkenal saat ini yaitu Harungguan. Sentra produksinya menaungi 10 orang perempuan penenun yang sudah menenun semenjak remaja.
Baca Juga: Desa Wisata Huta Tinggi Pesona di Tengah Danau Toba
Di Sentra produksi di Pulau Sibandang, terdapat 10 perempuan penenun yang telah menenun sejak remaja. Bahkan bapak-bapak dan remaja laki-laki terkadang turut membantu membentangkan benang dan memberi warna.
Bagi para wisatawan yang ingin membeli kain ulos dari sentra produksi ini, harus memesannya terlebih dahulu. Durasi pembuatannya bermacam-macam tergantung dari tingkat kesulitannya, bisa memakan waktu hingga dua minggu atau satu bulan.
Proses pewarnaan kain ini menggunakan bahan alami maupun sintetis.
Baca Juga: 7 lokasi sekitar Danau Toba Bagai Surga Tersembunyi
Untuk pewarna alami, biasanya menggunakan kulit mahoni yang menghasilkan warna cokelat, daun jati untuk warna cokelat atau kuning, indigo untuk warna ungu, kulit nangka yang menghasilkan warna kuning atau jingga, daun mangga untuk warna hijau kekuningan, dan daun alpukat yang juga menghasilkan warna cokelat.
Harga kain ulos bervariasi, dan cenderung lebih mahal jika menggunakan pewarna alami. Harga satu set selendang dan sarung dari kain ulos bisa mencapai Rp 1.600.000.
Namun, jumlah pemesan yang banyak menunjukkan betapa banyaknya minat terhadap produk ini, sekitar sepuluh kain ulos dapat diproduksi dalam seminggu saja.
Oleh karena itu, perekonomian warga setempat meningkat berkat kerajinan kain ulos ini.
Makam Para Raja di Pulau Sibandang
Jangan lewatkan untuk mengunjungi makam para Raja Batak di Pulau Sibandang, yaitu makam Opung Rajaguguk, Simaremare, dan Ompusunggu.
Ketiga nama ini juga menjadi nama marga warga setempat, berdampingan dengan satu marga lain yaitu Siregar. Pada zaman dahulu kala, ketiga marga tersebut membuka desa-desa di pulau ini.
Artikel Terkait
F1PowerBoat Lake Toba, Indonesia Bakal Digelar di Danau Toba, Ini 4 Fakta Menariknya!
Desa Wisata Huta Tinggi Pesona di Tengah Danau Toba
7 lokasi sekitar Danau Toba Bagai Surga Tersembunyi
Kemenpora Beri Dukungan F1 Powerboat Danau Toba Jadi Ajang Bagi Kemajuan Olahraga Air di Indonesia
Jelang Ajang F1 Powerboat 2023 Ini Moment Yang Baik Untuk Masyarakat di Sekitar Danau Toba
Angela Tanoesoedibjo Wamenparekraf Tinjau Kesiapan Infrastruktur Pelaksanaan F1H2O di Danau Toba
Inilah 4 Fakta Menarik Ajang F1PowerBoat Lake Toba Akan digelar di Danau Toba, Berikut Infonya
Nonton F1 Power Boat? Mencari Pengalaman Healing Terbaik di Sekitar Danau Toba? Ini 10 Tempat Terekomendasi
3 Destinasi Wisata ini Wajib Dikunjungi Selama Anda di Danau Toba Menyaksikan Event F1 PowerBoat
Temukan Petualangan Seru dan Explore Keindahan Alam Danau Toba dengan Bersepeda Selama Ajang F1 PowerBoat