Manta Point merupakan destinasi wisata bawah laut terletak antara Pulau Rinca dan Pulau Komodo, yaitu Loh Liang. Manta Point dapat ditempuh hanya 25 menit dari Pink Beach.
Jernihnya air membolehkan pengunjung untuk menikmati pemandangan raksasa laut dari kapal maupun berenang bersama.
Saat berenang bersama, pengunjung akan diarahkan oleh instruktur untuk memastikan fungsi peralatan menyelam, dan mengingatkan akan untuk waspada terhadap habitat alami Manta Ray ini.
Baca Juga: Labuan Bajo, Keindahan Bak Surga yang Berada di Indonesia Timur
Penyelam harus waspada dengan habitat alami Manta ini memiliki arus yang cukup kuat dan banyak ubur-ubur yang menjadi makanan Manta. Akan tetapi selama pengunjung dan penyelam mengikuti instruksi maka akan tetap terjaga keamanannya.
5. Pulau Kelor
Pulau Kelor memiliki keindahan alam tersendiri dari pulau pulau lainnya, yaitu pulau menyerupai gunung pasir putih dan ombak kecil.
Sepinya pengunjung dan suasananya membuat Pulau Kelor kerap dijadikan destinasi wisata oleh pasangan karena suasananya yang sepi.
Ombak yang tenang membolehkan para pengunjung untuk melakukan snorkeling dengan rasa aman, cocok untuk pemula yang belum mempunyai pengalaman.
Baca Juga: Pondok Mai Cenggo : Tempat Wisatawan Singgah Khas Nusantara di Labuan Bajo Hanya 1 KM dari Bandara
Para pengunjung dapat menikmati pemandangan bawah laut dengan berbagai macam ikan dan terumbu karang yang berwarna-warni.
6. Kampung Melo
Kampung Melo merupakan salah satu daerah asli dari Labuan Bajo. Kampung ini yang menyimpan berbagai nilai budaya lokal, yang merupakan daya tarik utama bagi para pengunjung.
Para pengunjung dapat menikmati wisata kebudayaan masyarakat lokal, terutama dengan suasananya yang sepi dan tenteram, sesuai dengan namanya.
Saat pengunjung mendatangi kampung ini, mereka dapat menyaksikan penampilan seni khas daerah itu yaitu Tari Caci.
Tari Caci merupakan bentuk untuk memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan atas keberhasilan panen dan kebaikan lainnya.
Baca Juga: Laboan Bajo Dimana, Ini Jalur Menuju Destinasi Sepetak Surga dan Oleh-oleh Khas yang Harus Diburu
Dalam tari tersebut, para pemuda akan menari sambil membawa cambuk untuk mencambuk satu sama lain sesuai iringan lagu.
Meski penari mendapatkan sakit dan memar, ini adalah bentuk persembahan terhadap para leluhur agar panen kedepannya bisa berhasil.
Selain Tari Caci, pengunjung juga dapat mendatangi rumah warga untuk melihat bagaimana mereka menjalani keseharian aktivitas maupun mempelajari budaya mereka secara mendalam. *** (SA)/M. Farrel Pramono/Kemenparekraf.