pesona-kuliner

Ashtari : "Berkeliling" Lombok Melalui Hidangan Slow Food dan Real Food

Sabtu, 14 Januari 2023 | 07:34 WIB
Restoran Ashtari, Lombok, NTB dengan hidangan Real Food dan Slow Food (Pesona E-Magazine)

Baca Juga: Yuk Kunjungi 7 Destinasi untuk Sensasi Tahun Baru Imlek yang Seru

Dalam menggencarkan gerakan slow food dan real food, Ashtari menghadirkan seorang kepala chef yang berpengalaman dalam bidang tersebut.

Bahan makanan yang digunakan oleh restoran Ashtari merupakan bahan asli dari penduduk sekitar, sehingga chef yang tergabung dalam Ashtari menghabiskan banyak waktu dengan menemui petani dan produsen bahan organik lokal untuk memastikan bahan-bahan tersebut aman dikonsumsi dan tidak merusak alam.

Restoran Ashtari, Lombok, NTB dengan hidangan Real Food dan Slow Food (Pesona E-Magazine)

Ashtari menghindari membeli produk olahan dan semua bahan yang mereka gunakan diolah secara inhouse.

Baca Juga: Desa Wisata Huta Tinggi Pesona di Tengah Danau Toba

Hidangan favorit di restoran Ashtari adalah beef rendang, grilled mahi-mahi, dan omemade pinachravioli.

Sementara itu, yang menjadi hidangan minuman favorit adalah chocolate banana milkshake dan jusbuah segar seperti sirsak atau mangga.

Harga makanan dan minuman yang ditawarkan di Ashtari berkisar antara Rp. 60.000,- hingga Rp. 150.000,- untuk satu hidangan makanan dan satu hidangan minuman.

Disamping makanan dan minuman, restoran Ashtari juga menawarkan berbagai kegiatan menarik yang dapat dilakukan oleh para pengunjung.

Baca Juga: Liburan Panjang? Ini 5 Tips Seru Liburan di Bali

Para pengunjung Ashtari dapat mengikuti berbagai workshop dan kelas untuk berbagai aktivitas seperti yoga, memasak, melukis, dan lainnya.

Restoran Ashtari, Lombok, NTB dengan hidangan Real Food dan Slow Food (Pesona E-Magazine)

Ashtari mengajak pengunjung dan tamu yang singgah untuk ’berkeliling’ daerah Lombok dengan mencicipi masakan slow food dan real food yang mereka hidangkan.

Ashtari turut menyampaikan harapan mereka bagi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar dapat mendukung upaya mereka dalam melindungi alam dan budaya Indonesia, mempromosikan kekayaan masakan lokal, dan mengajak masyarakat untuk bergabung dalam gerakan slow food dan real food di lebih banyak destinasi wisata. *** (Pesona E-Magazine/SA)

Halaman:

Tags

Terkini