Sedangkan, kulit harimau dibuat dari kulit kambing yang dibentuk sedemikian rupa oleh perajin Reog hingga menyerupai kulit harimau.
Menko PMK Muhadjir Effendy, mengatakan ekosistem Reog Ponorogo juga telah terbentuk dengan baik, yang merupakan hasil dari upaya Pemkab Ponorogo dan masyarakat setempat.
Mulai dari pendidikan, event, kerajinan, hingga peternakan burung merak sebagai pemasok bulu untuk kerajinan Reog.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga telah memasukkan kesenian Reog Ponorogo sebagai muatan lokal dalam kurikulum pendidikan sekolah dasar dan menengah.
Anak-anak di sekolah di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur telah mendapatkan pengajaran mengenai kesenian Reog hingga praktik penggunaannya dalam pergelaran.
"Secara ekosistem sudah terbentuk dengan rapi, itu alasan kami berani mengusulkan Reog Ponorogo ke UNESCO,” kata Muhadjir. ***