Pewarnaan perahu tersebut menggunakan bahan alami, sehingga menambah nilai lebih dan keunikan Perahu Cadik Papua tersebut.
Baca Juga: Kawasan industri perfilman Jababeka Movieland Cikarang diresmikan, Sandiaga Uno punya harapan begini
Warna hitam dibuat menggunakan cumi-cumi, warna putih dari ramuan terumbu karang, dan warna merah dari tanah liat.
Perahu Cadik Papua hanya memiliki satu cadik yang menjadi titik keseimbangan perahu.
Perahu Cadik Papua menjadi bukti ketangguhan pelayaran masyarakat Papua mengarungi luasnya samudera.
Di Papua, perahu cadik digunakan untuk mengangkut penumpang dan barang dari kota ke desa di sepanjang pantai utara wilayah Jayapura. Baik untuk berdagang, menangkap ikan, atau sebagai sarana upacara adat.
Baca Juga: GRUWI, gelang keamanan bagi penyandang disabilitas rungu dan wicara, dilengkapi sensor gerak
Perahu tersebut dilengkapi pedal untuk menempuh jarak dekat, dan dilengkapi mesin untuk menempuh jarak jauh.
Keunikan lain dari perahu cadik Papua ini bentuknya yang berbeda untuk perahu laki-laki dan perempuan.
Perahu cadik satu sisi untuk laki-laki, dan perahu jenis jukung tanpa cadik untuk perempuan.
Cadik pada perahu laki-laki melambangkan seorang istri, sedangkan badan perahu melambangkan seorang suami yang berjalan bersama ketika perahu berlayar. ***(KKT)