WartaPesona.com - Museum Bahari Jakarta punya beragam koleksi kebaharian yang langka, salah satunya Perahu Cadik Papua.
Perahu Cadik Papua menjadi koleksi masterpiece Museum Bahari Jakarta, karena keunikan dan keasliannya.
Terletak di ruang pamer perahu asli, Perahu Cadik Papua ini membentang sepanjang 14,3 meter.
Perahu Cadik tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Daerah Jayapura pada Desember 1995.
Sebelum tiba di Jakarta, perahu tersebut mengikuti acara Arung Samudera yang diikuti oleh kapal layar dari seluruh dunia, dalam rangka memperingati HUT ke-50 Kemerdekaan RI.
Setibanya di Pelabuhan Tanjung Priuk, perahu yang dibuat di Ambora antara Juni hingga Juli 1995 ini diangkut dengan truk menuju Museum Bahari Jakarta.
Perahu ini dibawa setelah dibongkar dari tali-tali yang mengikat perahu, dan dipasang kembali di ruang pameran oleh pembuatnya sendiri.
Perahu Cadik Papua berasal dari daerah Senemai, Kecamatan Demta, Jayapura, yang dibuat dengan teknik ikat menggunakan kayu Goro.
Perahu ini dihiasi oleh ornamen antropomorfik, geometris, dan burung. Sedangkan para-para tempat duduk di lambung perahu terbuat dari pohon pinang.
Baca Juga: Pakaian adat khas Papua, simbol kekayaan alam dan budaya
Hiasan yang ada pada perahu seperti konsepsi suku yang dilambangkan dengan perahu besar, yang artinya setiap suku boleh menaiki perahu tersebut.
Di haluan perahu ada ukiran sosok kepala burung, dengan hiasan warna hitam, merah, dan putih. Perahu Cadik Papua dari suku Wariy ini memiliki tinggi 90 sentimeter, dengan lebar 80 sentimeter.
Terdapat ukiran kepala burung pada bagian hulu perahu, dengan hiasan warna hitam, merah, dan putih.