WartaPesona.com - Sektor pariwisata Indonesia mencatatkan pencapaian luar biasa sepanjang tahun 2025, dengan proyeksi devisa yang melampaui target dan pertumbuhan signifikan di berbagai indikator kunci.
Capaian ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam memajukan industri pariwisata nasional.
Devisa Pariwisata Melesat 9,42%
Berdasarkan data resmi Kementerian Pariwisata, devisa pariwisata Indonesia pada kuartal I-III 2025 mencapai Rp231,8 triliun (USD 13,8 miliar), meningkat 9,42% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang tercatat Rp204,0 triliun (USD 12,6 miliar).
Proyeksi akhir tahun 2025 diperkirakan mencapai Rp310,4 triliun atau setara USD 18,5 miliar, naik signifikan dari capaian 2024 sebesar Rp269,8 triliun (USD 16,7 miliar) dan 2023 sebesar Rp216,1 triliun (USD 14,0 miliar).
Baca Juga: Menpar Widiyanti : Indonesia Raup Devisa USD 18,5 Miliar dari Sektor Pariwisata Sepanjang 2025
Wisman Tumbuh Double Digit 10,32%
Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) periode Januari-Oktober 2025 mencapai 12,8 juta kunjungan, tumbuh 10,32% dibandingkan periode sama 2024 yang tercatat 11,6 juta. Angka ini diproyeksikan mencapai 15,3 juta kunjungan pada akhir 2025.
Capaian ini melanjutkan tren positif dari tahun-tahun sebelumnya: 11,7 juta wisman (2023) dan 13,9 juta wisman (2024), menunjukkan daya tarik Indonesia yang semakin kuat di mata wisatawan internasional.
Baca Juga: Menteri Pariwisata Luncurkan Regulasi Baru, Kemenpar Tertibkan Industri Akomodasi
Malaysia Pemimpin Pasar
Top 6 negara asal wisatawan mancanegara periode Januari-Oktober 2025 menyumbang 57,77% dari total kunjungan, dengan urutan: Malaysia, Australia, Tiongkok, Singapura, Timor Leste, dan India. Dominasi kawasan Asia-Pasifik ini mencerminkan strategi pemasaran yang tepat sasaran.
Wisnus Melonjak 18,89%
Perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) menunjukkan pertumbuhan fantastis 18,89%. Periode Januari-Oktober 2025 tercatat 997,9 juta perjalanan, naik tajam dari 839,4 juta perjalanan pada periode sama 2024. Proyeksi akhir tahun 2025 menargetkan 1,21 miliar perjalanan, melampaui capaian 2024 sebesar 1,02 miliar dan 2023 sebesar 839,7 juta perjalanan.
"Minat berwisata di dalam negeri terus menunjukkan penguatan," demikian catatan dalam laporan resmi Kemenpar.
Surplus Wisatawan Menggembirakan
Perbandingan wisatawan nasional dan mancanegara menghasilkan surplus yang terus meningkat. Surplus Januari-Oktober 2025 mencapai 5,21 juta, bahkan melampaui surplus tahun penuh 2024 yang tercatat 4,96 juta.
Baca Juga: 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan 3 Destinasi Regeneratif: Indonesia Perkuat Infrastruktur dengan Rencana Induk Destinasi
Data menunjukkan wisatawan nasional (wisnas) sebanyak 7,55 juta berbanding wisman 12,76 juta pada periode Januari-Oktober 2025, menciptakan net devisa positif yang menguntungkan neraca pembayaran nasional.
Kontribusi PDB Pariwisata Naik
Kontribusi pariwisata terhadap PDB Indonesia terus meningkat. Pada kuartal I-III 2025, nilai PDB pariwisata mencapai Rp702 triliun, naik 5,51% dari Rp665 triliun pada periode sama 2024.
Proyeksi akhir 2025 memperkirakan kontribusi sebesar Rp943-1.167 triliun atau 3,96%-4,90% dari total PDB, naik dari 2024 yang tercatat Rp894-1.041 triliun (4,04%-4,70%) dan 2023 sebesar Rp976 triliun (4,67%).
Investasi Melesat 52,66%
Realisasi investasi pariwisata kuartal I-III 2025 mencapai Rp53,9 triliun, melesat 52,66% dibandingkan periode sama 2024 yang tercatat Rp35,3 triliun. Target akhir tahun 2025 ditetapkan Rp57,0 triliun, jauh melampaui capaian 2024 (Rp50,1 triliun) dan 2023 (Rp47,1 triliun).
Baca Juga: Menteri Pariwisata Ungkap Penyerapan 25,91 Juta Pekerja Pariwisata: Kemenpar Cetak SDM Terampil Melalui Pelatihan Komprehensif
Serap 25,91 Juta Tenaga Kerja
Sektor pariwisata membuka peluang kerja luas, menyerap 25,91 juta tenaga kerja pada 2025, naik 3,03% atau 910 ribu orang dari 2024 (25,00 juta) dan 2023 (24,41 juta).
Program Unggulan Kemenpar
1. Gerakan Wisata Bersih
Melibatkan 9.134 partisipan dari komunitas dan masyarakat lokal, dengan 22 mitra strategis.
Program ini meraih berbagai penghargaan internasional:
+1 UN Tourism Best Tourism Village (BTV) 2025 (Desa Wisata Pemuteran, Bali)
+1 UN Tourism BTV Upgrade Programme 2025 (Desa Wisata Osing Kemiren, Banyuwangi)
+15 ASEAN Tourism Awards 2025 dalam 3 kategori
+2.885 sertifikat Desa Wisata Berkelanjutan
+5 Sertifikasi Halal Desa Wisata
2. Program Pengembangan Event
99 Event Nasional Karisma Event Nusantara
46 Event Internasional
29 MICE dan 24 Event lainnya
Dampak ekonomi: 12,20 juta pengunjung, 20.877 UMKM terlibat, 257.561 tenaga kerja/pelaku seni/komunitas, dengan total perputaran ekonomi Rp23,76 triliun
3. Program Pemasaran
Memperkuat citra pariwisata Indonesia di luar negeri melalui:
22 Kerja Sama Terpadu (KST)
17 Familiarization Trip
16 Business Matching
12 Pameran Wisata
Potensi devisa: Rp29,6 triliun
4. Program Pengembangan SDM