Plt. Direktur Utama BPOLBF, Dwi Marhen Yono, menegaskan bahwa keberlanjutan program ini bukan hanya untuk hiburan, tetapi sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam penguatan kapasitas masyarakat serta pembangunan ekosistem kreatif di Labuan Bajo.
“Weekend at Parapuar telah menjadi ruang bersama bagi talenta lokal untuk berkembang dan bagi masyarakat menikmati wisata berbasis komunitas. Melalui WAP Vol. 13, kami ingin memperkuat pariwisata yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan di Labuan Bajo,” ujar Marhen.
Menurutnya, keberadaan Natas Parapuar sebagai ruang publik multifungsi semakin penting di tengah perkembangan pariwisata super prioritas Labuan Bajo.
Ruang ini menjadi jembatan antara budaya lokal, kreativitas anak muda, dan dinamika industri pariwisata yang terus berkembang pesat.
Parapuar : Etalase Budaya dan Wadah Pemberdayaan
Penyelenggaraan WAP Vol. 13 kembali menegaskan posisi Parapuar sebagai simpul kreativitas dan pemberdayaan masyarakat. Pertunjukan seni, partisipasi pelajar, kehadiran sanggar budaya, hingga dukungan kepada UMKM menunjukkan bahwa kawasan ini terus bergerak sebagai ruang kolaboratif.
Baca Juga: Kunker Deputi Kemenpar Pimpin Pembinaan SDM dan Organisasi BPOLBF di Labuan Bajo
Melalui konsistensi program dan partisipasi publik yang meningkat, Parapuar tidak hanya menjadi lokasi acara, tetapi juga narasi baru tentang bagaimana pariwisata dapat tumbuh berdampingan dengan budaya lokal, kreativitas warga, serta ekonomi kerakyatan. *****