Baca Juga: Perkuat Pariwisata Desa, Kemenparekraf Beri Dukungan Literasi Bisnis dan Keuangan di Jawa Barat
Sementara itu, iringan lagu yang kerap dimainkan adalah lagu-lagu bernuansa ceria seperti Kidung, Emprak, Polos Tomo, Naek Geboy, Berenuk Mundur, Kaji-kaji, Tunggul Kawung, Renggong Buyut, dan Awi Ngarambat.
Nuansa riang gembira ini sesuai dengan fungsi awal Tari Ketuk Tilu sebagai tarian pergaulan sekaligus hiburan rakyat dalam berbagai hajatan.
Berkembang ke Berbagai Pertunjukan
Sebagai seni pertunjukan mandiri, Tari Ketuk Tilu tidak terikat pada cabang kesenian lain. Namun, dalam perkembangannya, ia turut mewarnai berbagai pertunjukan tradisional di Jawa Barat dan sekitarnya.
Baca Juga: Kopi: Lebih dari Sekadar Minuman, Sebuah Budaya
Misalnya pada Ronggeng Gunung di Ciamis, Banjet di Karawang dan Subang, Topeng Betawi di Jabodetabek, hingga teater rakyat Ubrug di Banten.
Dengan sejarah panjang dan perannya yang penting dalam budaya Sunda, Tari Ketuk Tilu bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga simbol identitas dan kegembiraan masyarakat Jawa Barat yang patut terus dijaga. ***