pesona-kuliner

Penasaran apa saja koleksi Museum Sumpah Pemuda di Kramat Raya Jakarta? Simak yuk ulasan berikut ini

Kamis, 10 Oktober 2024 | 20:28 WIB
Koleksi panji-panji dan lambang organisasi kepemudaan di era perjuangan di Ruang 2 Museum Sumpah Pemuda Kramat Raya Jakarta Pusat. (Tangkapan Layar museumsumpahpemuda.)

WartaPesona.com - Museum Sumpah Pemuda di Kramat Raya Jakarta Pusat, menyimpan sejumlah benda koleksi dan catatan sejarah pergerakan kaum muda di masa perjuangan.

Sejumlah benda koleksi dan catatan sejarah di Museum Sumpah Pemuda Kramat Raya Jakarta Pusat, tersimpan di delapan ruangan.

Delapan ruangan di Museum Sumpah Pemuda Kramat Raya Jakarta Pusat ini diatur untuk memudahkan pengunjung mengetahui sejarah pergerakan kaum muda di abad ke-20 tersebut.

Berikut ini sekilas ulasan tentang koleksi di Museum Sumpah Pemuda, dari Ruang 1 hingga Ruang 8.

Baca Juga: HBKB car free day di Jakarta Minggu 13 dan 20 Oktober 2024 ditiadakan, Dishub DKI jelaskan begini

Ruang 1: Pengenalan
Ruang 1 diberi nama Ruang Pengenalan. Terdapat layar informasi ruang per ruang yang ada di Museum Sumpah Pemuda. Juga ada foto seorang keturunan Tionghoa bernama Sie Kong Lian, pemilik awal gedung Museum Sumpah Pemuda.

Selain itu juga ada foto tokoh Tiga Serangkai, yaitu Tjipto Mangoenkoesoemo, Ernest Douwes Dekker, dan Soewardi Soeryaningrat.

Kemudian, foto para peserta Kongres Pemuda II yang menghasilkan Ikrar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Baca Juga: Presiden Jokowi ingatkan potensi banjir produk impor murah, China overproduksi

Ada pula informasi terkait perjalanan sejarah Sumpah Pemuda hingga dikeluarkannya Keputusan Presiden terkait peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober.

Ruang 2: Pemuda Berjuang dalam Organisasi
Menyajikan catatan sejarah berdirinya organisasi-organisasi kepemudaan sebelum tercetusnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Ada sejumlah panji dan lambang organisasi-organisasi kepemudaan, dan dokumen surat kabar karya para pemuda pejuang.

Selain surat kabar, juga ada majalah asli hasil para pemuda pejuang kemerdekaan kala itu.

Baca Juga: Salak Bali, terkenal manis dan masir, ditanam sistem agroforestri, diakui FAO sebagai warisan pertanian penting dunia

Halaman:

Tags

Terkini