Pengasingan Bung Hatta dan Sjahrir, berakhir pada tahun 1942 setelah Tentara Sekutu berhasil mengalahkan Belanda.
Bung Hatta dan Sjahrir kemudian dijemput menggunakan kapal Amfibi Catalina. Namun, mereka tak dibawa pulang ke rumah masing-masing. Melainkan, diasingkan lagi ke Sukabumi Jawa Barat untuk mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan RI.
Baca Juga: Jubir Kemenkes tegaskan alat kontrasepsi untuk remaja sudah menikah
Berakhirnya pengasingan Bung Hatta di Banda Neira, ternyata juga menjadi berkah keselamatan bagi Pahlawan Proklamator Kemerdekaan RI tersebut.
Pasalnya, Rumah Pengasingan Bung Hatta di Banda Neira itu sempat hancur terkena bom Sekutu pada masa Perang Dunia II.
Bangunan Rumah Pengasingan Bung Hatta di Banda Neira itu pun kemudian dibangun kembali pada tahun 1944.
Baca Juga: Jawa Timur penyumbang terbanyak Donor Darah Sukarela 100 kali, jumlahnya 600 orang
Kini, Rumah Pengasingan Bung Hatta menjadi saksi sejarah dan museum berharga dari zaman perang kemerdekaan RI.
Keberadaannya juga menjadi destinasi wisata utama di Banda Neira, dengan daya tarik sejarah politik kemerdekaan RI.
Rumah Pengasingan Bung Hatta berada di Jalan dr Rehatta di kawasan Nusantara Banda Neira, melengkapi berbagai peninggalan zaman pendudukan Belanda seperti Benteng Belgica dan Nassau.
Di Rumah Pengasingan Bung Hatta Banda Neira ini, pengunjung akan bisa menyaksikan benda-benda peninggalan Sang Pahlawan Proklamator.
Beberapa benda bersejarah seperti peci Bung Hatta, kacamata, mesin ketik, hingga tempat tidur, dan foto-foto Bung Hatta, masih rapi di tempatnya.
Tak kecuali, meja kursi dan papan tulis tempat Bung Hatta mengajar anak-anak pada setiap sore hari juga masih ada.