Saat itu, Sultan Agung membangun tempat Pemakaman Raja-raja Mataram di Desa Giriloyo.
Baca Juga: Kapal Perang RI mulai angkut pasukan TNI ke IKN, termasuk 36 Paspampres
Karena itu, banyak abdi dalem keraton bertugas menjaga pemakaman yang tidak jauh dari Desa Giriloyo, Imogiri, Bantul, Yogyakarta.
Karena sering melihat abdi dalem mengenakan batik lurik, warga Giriloyo mulai mencari tahu cara membuatnya.
Lama-kelamaan, warga Giriloyo pun menjadi sentra perajin batik hingga turun-temurun.
Baca Juga: Jawa Timur penyumbang terbanyak Donor Darah Sukarela 100 kali, jumlahnya 600 orang
Tentu saja, keberadaan Giriloyo sebagai sentra batik tradisional khas Yogyakarta mengalami pasang surut.
Namun singkat cerita, Desa Giriloyo kini telah menjadi destinasi wisata budaya Kampung Batik Giriloyo.
Wisatawan yang datang tidak hanya akan mendapatkan pengetahuan batik secara mendalam, namun juga bisa belajar membuatnya.
Sebagai destinasi wisata kekinian, Kampung Batik Giriloyo juga dilengkapi galeri yang menyediakan beragam motif batik yang siap dipinang.
Batik Giriloyo punya ciri khas tersendiri berupa penggunaan warna-warna yang cerah dan kontras.
Selain itu juga masih dominan menggunakan bahan pewarna alami seperti dari kayu secang, kunyit, pucuk daun jati, dan banyak lagi.
Penggunaan warna alami dan proses pembuatan batik tulis yang masih tradisional memberikan kelebihan tersendiri.