Pusat kekuasaan Belanda di Kepulauan Banda berlangsung puluhan tahun, hingga Inggris berhasil merebutnya pada tahun 1796.
Baca Juga: Jawa Timur penyumbang terbanyak Donor Darah Sukarela 100 kali, jumlahnya 600 orang
Belanda kemudian memindahkan pusat kekuasaannya ke Batavia Jakarta, hingga penjajahannya pun meluas ke Jawa.
Sementara itu, Benteng Belgica di Pulau Banda Neira yang dibangun bertahap sejak tahun 1611 hingga 1673, saat ini masih berdiri kokoh.
Keberadaannya menjadi salah satu destinasi wisata sejarah Nusantara yang sulit dilupakan. Benteng Belgica menyimpan banyak kisah pilu, tentang pembantaian orang-orang kaya di Banda yang menolak VOC Belanda.
Jika mengunjungi Benteng Belgica ini, wisatawan akan bisa membayangkan betapa benteng itu sulit ditembus.
Benteng Belgica dibangun berlapis menggunakan balok batu besar yang direkatkan dengan rapi dan diplester kapur.
Terdiri dari dua bagian utama dan lima sudut yang dilengkapi menara pengintai yang besar, Benteng Belgica menjadi pusat pertahanan sekaligus kantor pemerintahan VOC Belanda.
Baca Juga: Begini sikap Komnas Perempuan terhadap ketentuan aborsi dalam PP Nomor 28 Tahun 2024
Tak hanya menara yang tinggi dan besar, kedua bagian utama dari bangunan Benteng Belgica ini juga masih dilengkapi dengan lima bastion.
Kedua bagian dari bangunan Benteng Belgica merupakan sebuah pelataran yang tebal dan kokoh setinggi kurang lebih lima meter.
Sementara itu, jalan masuk menuju ruang dalam dihubungkan dengan tangga yang terbuat dari kayu.
Namun, di bagian bangunan pertama tidak terdapat ruangan kecuali di samping bastion bawah yang terdapat satu rumah pos jaga.