Sejarah Tren Teh Solo: Evolusi Budaya Minum Teh di Indonesia

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Kamis, 30 Mei 2024 | 11:54 WIB
 (Tim Warta Pesona 01)
(Tim Warta Pesona 01)

WartaPesona.com - Selain kopi, minuman teh juga menjadi favorit masyarakat Indonesia. Hal ini terbukti dari meningkatnya popularitas "Teh Solo" di kalangan masyarakat.

Popularitas ini begitu tinggi sehingga banyak yang menganggap teh tubruk asli Solo sebagai oleh-oleh atau bahkan untuk konsumsi pribadi. Bahkan, banyak kedai teh yang menambahkan embel-embel "Teh Solo" sebagai strategi penjualan. Fenomena ini memunculkan pertanyaan: kapan budaya minum teh mulai populer di Indonesia?

Meningkatnya minat terhadap minuman teh di Indonesia bukanlah hal yang mengherankan. Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen teh terbesar di dunia. Menurut data dari ekon.go.id, Indonesia memiliki perkebunan teh terbesar kelima di dunia dengan luas sekitar 107.905 hektare pada tahun 2020. Produksi teh Indonesia juga berada di peringkat kedelapan dunia, mencapai 138.323 ton pada tahun yang sama.

Tidak hanya itu, munculnya budaya minum teh di Indonesia juga dipengaruhi oleh masa kolonial Belanda. Munculnya tren minum teh dimulai ketika tanaman teh Camellia Sinensis dari Jepang diperkenalkan ke Indonesia pada tahun 1684.

Baca Juga: Membuat Ice Cream yang Lembut di Rumah, Bisa Jadi Ide Bisnis.

Pada tahun 1827, Pemerintah Kolonial Hindia Belanda mulai mengembangkan budidaya teh secara besar-besaran. Bibit teh bahkan diimpor dari Tiongkok untuk ditanam di Kebun Percobaan Cisurupan, Jawa Barat. Sejak saat itu, tanaman teh semakin berkembang di Pulau Jawa.

Seiring berjalannya waktu, teh menjadi salah satu tanaman wajib yang ditanam oleh masyarakat Indonesia, baik di lahan pribadi maupun lahan sewa. Meskipun terkadang terasa sebagai kewajiban, namun teh menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan demikian, seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati teh tanpa memandang usia atau kelas sosial.

Dari Kerajaan, Angkringan, hingga Masyarakat Lokal

Di sisi lain, banyak yang mengasosiasikan budaya minum teh dengan Inggris, terutama karena tradisi minum teh di sore hari yang disertai camilan, dikenal dengan istilah "afternoon tea". Namun, budaya minum teh di Indonesia telah ada sejak zaman dahulu, meskipun pada awalnya hanya dilakukan oleh kalangan bangsawan atau keluarga kerajaan. Sebagai contoh, di Kota Solo, Jawa Tengah, budaya minum teh telah ada sejak zaman kerajaan, sebelum tren "Teh Solo" dan racikan teh angkringan menjadi populer.

Baca Juga: Resep Cimol Isi Keju Mozzarella Mudah Dibuat dan Nikmat, Simak Resepnya !

Menurut Heri Priyatmoko, Dosen Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, pada masa lalu, teh selalu disajikan dalam acara jamuan makan keluarga bangsawan dalam tradisi kerajaan Jawa. Salah satu contohnya adalah kebiasaan Paku Buwana X yang beberapa kali menjamu Raja Siam dari Thailand dengan teh yang disajikan dengan sangat sopan.

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, budaya minum teh Solo yang awalnya terbatas pada lingkungan kerajaan mulai menyebar dan berkembang di kalangan masyarakat luas tanpa memandang status sosial. Bahkan, minum teh kini sudah menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Kota Solo, terlihat dari banyaknya angkringan dan kedai teh yang menyajikan racikan teh tubruk yang lezat.***(TWP01)/SR

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X