WartaPesona.com - Benteng Belgica di Pulau Banda Neira Kabupaten Maluku Tengah merupakan lokasi pertama bagi pusat pemerintahan VOC Belanda di Nusantara.
Bangunan super kokoh bernama Benteng Belgica di Pulau Banda Neira Maluku Tengah, ini menjadi saksi mula pertama Nusantara dijajah bangsa Belanda.
Kekayaan bumi Nusantara berupa buah pala dan rempah-rempah, menjadi alasan berdirinya Benteng Belgica di Pulau Banda Neira Maluku Tengah, pada tahun 1611.
Baca Juga: Nurul Akmal jadi harapan tambahan emas di cabor angkat besi Olimpiade Paris 2024
Sebelum membangun Benteng Belgica, Belanda sudah bercokol di Benteng Nassau yang berada di bawahnya.
Namun, Benteng Nassau seringkali mengalami serangan dari rakyat Banda yang menolak hegemoni dan monopoli perdagangan buah pala oleh VOC Belanda.
Rakyat Banda pada mulanya menyerang Benteng Nassau dari atas bukit, yang kemudian menjadi lokasi berdirinya Benteng Belgica.
Baca Juga: Impor beras Indonesia hingga Desember 2024 berpotensi capai 5,17 juta ton, terbesar di dunia
Praktis setelah Benteng Belgica itu berdiri di atas Bukit Tabeleku, rakyat Banda kesulitan menyerangnya. Bahkan, sama sekali tak berdaya karena hanya mengandalkan panah.
Sejak berdirinya Benteng Belgica di Bukit Tabeleku setinggi 30 meter di atas permukaan laut, Belanda leluasa melakukan segalanya.
Dari atas benteng itu, Belanda bisa mengawasi setiap gerakan di wilayah Pulau Banda Neira. Bahkan, juga mengawasi penyelundupan rempah dan pala di dermaga. Dan, memantau pergerakan Inggris.
Baca Juga: Kapal Perang RI mulai angkut pasukan TNI ke IKN, termasuk 36 Paspampres
Lokasi yang sangat strategis, dengan bangunan terbuat dari batu dan karang membuat Benteng Belgica sulit ditembus.
Belanda pada akhirnya menjadi penguasa dan memonopoli perdagangan rempah dan buah pala dari Kepulauan Banda Maluku.