WartaPesona.com - Sebanyak 712 paket wisata dari desa wisata binaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sudah terjual di platform digital dan Online Travel Agent (OTA).
Sebanyak 712 paket wisata yang terjual online di platform digital dan OTA mitra Kemenparekraf itu merupakan produk desa wisata hasil pelatihan Program Beti Dewi.
Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf Dwi Marhen Yono, mengatakan hal itu di acara Pelatihan Program Beti Dewi yang berlangsung di Puncak Waringin, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Kamis-Jumat (18-19/7/2024).
Pelatihan Program Beti Dewi yang berlangsung dua hari di Puncak Waringin Labuan Bajo, NTT, itu diikuti oleh sejumlah perwakilan dari dari 10 desa wisata terbaik yang ada di kawasan Labuan Bajo.
Sepuluh desa wisata terbaik itu adalah Desa Wisata Liang Ndara, Wae Lolos, Golo Bilas, Tondong Belang, Batu Cermin, Papagarang, Komodo, Loha, Coal dan Desa Wisata Siru.
Dalam sambutan Pelatihan Program Beti Dewi di Puncak Waringin, Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf Dwi Marhen Yono menyebut dalam dua tahun ini Kemenparekraf telah mendampingi 369 desa wisata hingga onboarding ke sejumlah platform digital dan OTA.
Baca Juga: Penting! Jemaah umrah kini wajib vaksinasi meningitis, tak bisa ditawar mulai berlaku tahun 2024
"Dari 369 desa wisata yang sudah mengikuti Pelatihan Program Beti Dewi, ada 712 paket wisata yang sudah onboarding dan terjual melalui OTA mitra Kemenparekraf," kata Dwi Marhen Yono.
Dia kemudian menjelaskan, bahwa program Beti Dewi yang merupakan akronim dari Beli Kreatif Desa Wisata adalah tindak lanjut dari Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).
Lewat Pelatihan Program Beti Dewi itu, seluruh desa wisata terbaik di Tanah Air yang sudah siap menerima tamu wisatawan akan diberikan pelatihan promosi dan pembuatan paket wisata, hingga onboarding ke beberapa platform digital dan OTA.
"Harapannya, desa wisata tersebut bisa menerima banyak kunjungan wisatawan sehingga pendapatannya meningkat, dengan demikian akan membantu pertumbuhan ekonomi di desa wisata," ungkap Dwi Marhen Yono.
Sementara itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, dalam sambutan daring mengatakan program Beli Kreatif Desa Wisata ini bertujuan untuk memperkuat produk wisata dan ekonomi kreatif.